Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 18,3 Juta KPM: Program Ketahanan Pangan Akhir 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 7 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Untuk memperkuat ketahanan pangan nasional menjelang akhir tahun, pemerintah kembali menyalurkan bantuan tambahan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.

Bantuan ini diperuntukkan bagi 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan diberikan dalam dua periode utama, yaitu Oktober dan Desember 2025.

Kebijakan ini menjadi bagian dari 17 program penguatan ekonomi 2025–2026, yang disusun untuk menjaga stabilitas pangan serta menyokong daya beli masyarakat di tengah situasi harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat.

Program ini hadir sebagai respons strategis pemerintah terhadap dinamika pangan nasional, terutama menghadapi potensi kenaikan harga beras dan minyak goreng yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun dan masa libur panjang.

Melalui penyaluran bantuan ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses cukup terhadap pangan utama dan tidak semakin terbebani oleh fluktuasi harga pasar.

Baca Juga :  Kolaborasi Forkopimda Sumenep Dukung Panen Jagung Hibrida untuk Ketahanan Pangan

Dalam pelaksanaannya, bantuan beras yang disalurkan berasal dari cadangan Bulog, sedangkan minyak goreng yang dibagikan merupakan hasil kerja sama dengan produsen dan distributor dalam negeri.

Setiap KPM menerima paket yang berisi beras kualitas medium dan minyak goreng kemasan sederhana.

Dengan pola pendistribusian seperti ini, pemerintah berharap bukan hanya meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi pangan nasional.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui sistem logistik yang melibatkan pemerintah daerah, kantor kecamatan, desa/kelurahan, serta pendamping sosial.

Hal tersebut memastikan bantuan dapat sampai langsung kepada masyarakat yang berhak tanpa hambatan berarti.

Mekanisme pengecekan data juga diperketat untuk meminimalisasi kesalahan sasaran atau tumpang tindih penerima.

Baca Juga :  Ojol Resmi UMKM: Akses Bansos dan BBM Subsidi Terbuka Lebar

Kebijakan bantuan tambahan pangan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan nasional.

Tahun 2025 diprediksi menjadi periode yang cukup menantang bagi sektor pangan, seiring perubahan iklim, gangguan pasokan, serta tingginya permintaan di pasar domestik.

Oleh karena itu, bantuan beras dan minyak goreng menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi rumah tangga yang mengandalkan pendapatan tidak tetap.

Dengan adanya tambahan suplai beras dan minyak goreng pada Oktober dan Desember, keluarga dapat mengalokasikan dana mereka untuk keperluan lain seperti pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Balong Turun ke Sawah, Dampingi Petani Jaga Tanaman Jagung dari Serangan Hama

Program ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama pada momentum-momentum krusial menjelang akhir tahun.

Penyaluran bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi secara lebih luas.

Saat harga kebutuhan pokok meningkat, kehadiran bantuan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Dengan bantuan tambahan pangan yang diberikan, 18,3 juta keluarga penerima manfaat dapat merasakan manfaat langsung berupa ketersediaan pangan yang lebih terjamin.

Kebijakan ini juga memperkuat komitmen pemerintah dalam menjalankan program pengendalian inflasi, stabilisasi harga pangan, dan perlindungan sosial yang lebih efektif sepanjang 2025 hingga memasuki 2026.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur
YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 15:51 WIB

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Berita Terbaru