UMKMJATIM.COM – Program internet rakyat mulai memasuki tahap awal pemanfaatan pada periode 2024 hingga 2025.
Pada fase ini, pemerintah memprioritaskan penyediaan akses internet di fasilitas publik yang memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memastikan konektivitas digital dapat dirasakan secara merata, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan jaringan.
Dalam tahap awal implementasi, pemanfaatan internet rakyat belum mencakup akses pribadi di rumah warga.
Pemerintah memilih pendekatan bertahap dengan memusatkan penyediaan layanan pada lokasi-lokasi strategis.
Dengan strategi ini, masyarakat tetap dapat menggunakan internet meskipun harus mendatangi titik layanan yang telah ditentukan.
Fasilitas publik menjadi sasaran utama dalam fase awal pemanfaatan internet rakyat.
Sekolah menjadi salah satu lokasi prioritas karena perannya yang sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
Akses internet di lingkungan sekolah membantu siswa dan tenaga pendidik memperoleh sumber belajar digital, mengikuti pembelajaran daring, serta meningkatkan literasi teknologi sejak dini.
Selain sekolah, puskesmas juga termasuk dalam daftar fasilitas yang mendapatkan akses internet rakyat.
Kehadiran internet di puskesmas mendukung pelayanan kesehatan berbasis digital, seperti pelaporan data kesehatan, sistem rujukan, hingga akses informasi medis.
Dengan konektivitas yang memadai, kualitas layanan kesehatan di tingkat dasar diharapkan dapat meningkat.
Kantor desa juga menjadi bagian dari tahap awal pemanfaatan internet rakyat.
Internet di kantor desa memudahkan pengelolaan administrasi pemerintahan, pelayanan publik, serta komunikasi dengan instansi di tingkat yang lebih tinggi.
Masyarakat yang datang ke kantor desa pun dapat memanfaatkan akses internet untuk berbagai keperluan administratif maupun informasi.
Selain tiga lokasi utama tersebut, pemerintah juga menyediakan akses internet di titik layanan publik prioritas lainnya.
Titik-titik ini ditentukan berdasarkan kebutuhan wilayah dan tingkat urgensi layanan masyarakat.
Dengan demikian, distribusi akses internet dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.
Dari sisi teknis, akses internet rakyat pada fase awal umumnya disediakan dalam bentuk Wi-Fi publik.
Sumber koneksi berasal dari pembangunan BTS 4G baru maupun jaringan satelit nasional SATRIA-1.
Kombinasi kedua teknologi ini memungkinkan layanan internet menjangkau daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan kabel konvensional.
Masyarakat dapat memanfaatkan internet rakyat dengan cara mendatangi langsung fasilitas publik yang telah dilengkapi layanan Wi-Fi.
Pola penggunaan ini mendorong pemanfaatan internet secara bersama-sama sekaligus memperkenalkan teknologi digital kepada masyarakat luas.
Meskipun masih terbatas, tahap awal ini menjadi fondasi penting menuju perluasan akses internet yang lebih merata di masa mendatang.
Dengan adanya tahapan pemanfaatan internet rakyat fase awal 2024–2025, pemerintah berharap kesenjangan digital dapat dikurangi secara bertahap.
Program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, di mana masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses informasi, pendidikan, dan layanan publik berbasis teknologi.***











