UMKM Malang Raya Didorong Naik Kelas: Penguatan Ekosistem dari Hulu ke Hilir Jadi Fokus Utama

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 5 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Malang Raya berkumpul dalam kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan UMKM bertema Mendukung Pelaku UMKM Naik Kelas yang berlangsung di Bakorwil III Malang pada 3–4 Desember 2025.

Acara ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui diskusi, pemaparan materi, serta dialog terbuka antara UMKM dan pemangku kebijakan.

Hadir sebagai narasumber, anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Samwil, S.H., S.IP., M.M., yang menekankan pentingnya memperkuat ekosistem UMKM dari aspek hulu hingga hilir.

Menurutnya, keberhasilan UMKM bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga ketersediaan pendampingan, akses pasar, dan dukungan regulasi.

Dalam pemaparannya, Samwil menguraikan perbedaan karakteristik UMKM kota dan desa.

Baca Juga :  Cermat Memanfaatkan Fintech Lending: Solusi Modal Usaha yang Praktis dan Aman

UMKM perkotaan dinilai lebih mudah berkembang karena memiliki akses lebih baik pada fasilitas penunjang, internet, literasi digital, serta pelatihan intensif.

Sebaliknya, UMKM di wilayah pedesaan cenderung bertumpu pada jejaring sosial lokal dan pola usaha yang masih tradisional.

Meski memiliki potensi besar, keterbatasan teknologi dan minimnya pembinaan menjadi penghambat pertumbuhan mereka.

Ia juga menyoroti peran komunitas sebagai ruang strategis bagi UMKM untuk saling belajar, berbagi pengalaman bisnis, memperluas pasar, dan membangun budaya gotong-royong.

Komunitas, kata Samwil, menjadi jembatan yang mampu memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Dalam konteks Jawa Timur, kontribusi UMKM sangat signifikan. Lebih dari 90 persen unit usaha di provinsi ini berasal dari sektor UMKM, dan lebih dari 60 persen tenaga kerja diserap oleh sektor tersebut.

Baca Juga :  Bazar Ramadan dan Pasar Murah: Upaya Meringankan Beban Warga Pasuruan Jelang Lebaran

Namun ironisnya, sebagian besar UMKM masih berada pada fase “bertahan hidup” tanpa perkembangan berarti.

Hal tersebut kerap disebabkan minimnya pelatihan, kurangnya akses pembiayaan jangka panjang, terbatasnya teknologi produksi, hingga persoalan legalitas seperti perizinan usaha dan sertifikasi BPOM.

Melalui forum ini, Samwil merinci tiga kebutuhan mendesak UMKM untuk naik kelas: komitmen pelaku usaha, pasar yang mampu menyerap produk secara konsisten, dan modal yang memadai.

“UMKM memerlukan pelaku yang serius, akses pasar yang jelas, dan dukungan permodalan,” ujarnya pada Jumat (5/12/2025).

Tiga aspek tersebut harus berjalan seiring sebagai fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Peserta forum memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai persoalan langsung kepada narasumber.

Baca Juga :  Status BSU BPJS Ketenagakerjaan November 2025: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pencairan Lagi

Keluhan yang muncul mencakup sulitnya mendapatkan pembiayaan, tantangan pemasaran, kendala perizinan dan sertifikasi, hingga persaingan dengan produk impor murah yang semakin membanjiri pasar.

Komisi C DPRD Jawa Timur berkomitmen menyalurkan aspirasi ini kepada lembaga terkait untuk memperkuat kebijakan pengembangan UMKM.

Bakorwil III Malang menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai wahana diskusi, melainkan juga mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk,

memahami pasar dengan lebih baik, memperkuat jejaring komunitas, serta mendapatkan akses pendampingan yang merata.

Harapannya, kegiatan serupa dapat menjadi langkah nyata untuk mempercepat transformasi UMKM Malang Raya menuju usaha yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru