Upaya memperbaiki kinerja bank daerah menjadi fokus utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026 PT BPR Penataran (Perseroda). Pemerintah Kabupaten Blitar mendorong langkah tegas dalam menangani kredit bermasalah demi menjaga kesehatan lembaga keuangan milik daerah tersebut.
Dalam dinamika perbankan daerah yang semakin kompetitif, BPR Penataran dituntut untuk memperkuat fundamental bisnis, terutama dalam pengelolaan kredit. Kredit macet dinilai menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera diselesaikan untuk memastikan keberlanjutan kinerja bank.
Bupati Blitar menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan kredit bermasalah. Ia menyampaikan, “Kredit macet harus dibersihkan agar BPR Penataran bisa lebih sehat dan fokus pada pengembangan usaha.”
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah sebagai pemegang saham dalam memastikan tata kelola perbankan berjalan optimal dan profesional.
Fokus Penagihan dan Penataan Kredit Bermasalah
Langkah “bersih-bersih” kredit macet mencakup berbagai strategi, termasuk penagihan yang lebih intensif dan evaluasi terhadap portofolio kredit bermasalah. Pemerintah daerah mendorong manajemen BPR Penataran untuk berani mengambil langkah tegas guna memulihkan kondisi keuangan bank.
Bupati Blitar juga menegaskan perlunya pendekatan yang profesional dalam menangani kredit bermasalah agar tidak menghambat kinerja lembaga keuangan daerah tersebut.
“Kami ingin BPR Penataran bisa lebih kuat dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Peran Strategis BPR dalam Mendukung Ekonomi Daerah
Sebagai bank milik daerah, BPR Penataran memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Oleh karena itu, kesehatan bank menjadi faktor utama dalam memastikan layanan keuangan tetap berjalan optimal.
Penanganan kredit macet menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur keuangan bank sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.
Komitmen Perbaikan Kinerja dan Tata Kelola
RUPS 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPR Penataran. Pemerintah Kabupaten Blitar berharap langkah penanganan kredit macet dapat meningkatkan kualitas aset dan memperkuat posisi bank di tengah persaingan industri perbankan.
Dengan langkah tegas tersebut, diharapkan BPR Penataran mampu meningkatkan kinerja, memperkuat kepercayaan publik, serta berperan lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.











