Bu Upi Buktikan Kue Semprong Madiun Bisa Mendunia Lewat TikTok Live

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 5 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kue semprong, camilan tradisional yang dulunya identik dengan sajian Lebaran, kini berhasil menembus pasar digital dan menjadi favorit banyak orang.

Di balik kesuksesan tersebut, ada sosok inspiratif bernama Bu Upi, pemilik usaha Kue Semprong Fajar Madiun, yang membuktikan bahwa jajanan lawas pun mampu bersaing di era modern.

Kue semprong dikenal dengan bentuk gulungan tipis menyerupai tabung kecil, bertekstur renyah, serta memiliki cita rasa manis yang khas.

Perpaduan wangi santan dan gurihnya gula menjadikan camilan ini tetap digemari lintas generasi, meskipun tren kuliner terus berkembang.

Bu Upi memulai usahanya dari dapur rumah sederhana di Madiun sejak tahun 1997.

Ia tidak hanya memproduksi kue semprong, tetapi juga mengembangkan variasi lain seperti kue matahari dan keripik pisang.

Baca Juga :  APBD Surabaya 2026 Difokuskan pada Efisiensi dan Program Pro-Rakyat

Menurutnya, keberhasilan usaha ini tidak lepas dari ketekunan dan kemauan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kini, TikTok Live menjadi andalan Bu Upi untuk memasarkan produknya.

Ia menilai platform tersebut memberi peluang besar bagi pelaku UMKM karena memungkinkan interaksi langsung dengan calon pembeli, sekaligus menampilkan produk secara nyata.

Melalui sesi live streaming, ia memperkenalkan produknya satu per satu, menjawab berbagai pertanyaan pembeli, hingga menunjukkan proses pengemasan secara langsung.

Setiap pesanan yang diterima segera diproses dan dijemput oleh jasa pengiriman dalam waktu 24 jam.

Cara ini membuat konsumennya merasa puas karena mendapatkan produk yang segar dengan pelayanan cepat.

Selain fokus pada penjualan, Bu Upi juga gemar membagikan motivasi kepada pelaku usaha kecil lainnya.

Baca Juga :  Desa Ketindan Menuju Ikon Wisata Kopi Berkeadilan: Potensi Baru dari Limbah dan Kolaborasi Internasional

Ia mendorong mereka untuk tidak ragu memanfaatkan teknologi, terutama media sosial, sebagai sarana memperluas pasar.

Menurutnya, memulai bisnis di platform digital tidak membutuhkan modal besar, yang penting adalah konsistensi dan semangat.

Melalui pendekatannya tersebut, Bu Upi membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus berawal dari hal yang besar.

Dari dapur kecil di Madiun, kini produknya telah menjangkau ribuan pembeli di berbagai kota.

Keberhasilannya menjadi bukti nyata bahwa camilan tradisional dapat berkembang pesat jika dikemas dengan strategi pemasaran yang tepat.

Langkah yang ditempuh Bu Upi tidak hanya membuka jalan bagi kesuksesan usahanya sendiri, tetapi juga memberi inspirasi bagi pelaku UMKM lain untuk berani beradaptasi.

Baca Juga :  Lonjakan Harga Kedelai Impor Tekan Produksi Tahu dan Tempe di Sidoarjo

Dengan memanfaatkan teknologi digital, produk-produk lokal pun dapat dikenal lebih luas dan tetap bertahan di tengah persaingan kuliner modern.

Kisah Bu Upi menunjukkan bahwa semangat dan kemauan untuk belajar hal baru adalah kunci utama bertahan di era digital.

Dari Madiun, kue semprong kini tidak sekadar camilan Lebaran, melainkan produk lokal yang mampu menembus pasar nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru