Produksi Padi dan Jagung Banyuwangi Naik Tajam, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 14 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Produksi padi dan jagung di Kabupaten Banyuwangi menunjukkan tren peningkatan signifikan pada periode Januari hingga Juli 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, produksi padi sawah tahun ini tercatat mencapai 460.515 ton, sementara padi ladang menyentuh angka 7.549 ton.

Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 450.391 ton untuk padi sawah dan 5.911 ton untuk padi ladang.

Peningkatan produksi juga terjadi pada komoditas jagung. Tahun 2024, produksi jagung di Banyuwangi tercatat 110.648 ton.

Namun, pada tahun 2025, jumlah tersebut melonjak hingga 180.030 ton.

Kenaikan ini dinilai sebagai salah satu capaian positif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden.

Baca Juga :  Penyaluran BLTS Kesra Jombang Kini Berbasis Sistem Terintegrasi, 136 Ribu KPM Terima Bantuan Rp900 Ribu

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama kolektif antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait.

Menurutnya, peningkatan ini membuktikan bahwa langkah intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, perbaikan sistem irigasi, serta penggunaan benih unggul memberikan dampak nyata terhadap hasil panen.

Ilham menjelaskan bahwa untuk jagung, lonjakan produksi tidak lepas dari strategi perluasan areal tanam di sejumlah kecamatan yang menjadi sentra produksi.

Selain itu, penerapan pola tanam yang lebih efisien juga ikut mendorong hasil panen.

Cuaca yang relatif bersahabat sepanjang musim tanam, ditambah dengan ketersediaan sarana produksi yang lebih memadai, membuat produktivitas tanaman jagung meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Lamongan Pertahankan Predikat Penghasil Padi Terbesar di Jawa Timur, Produksi Capai 904 Ribu Ton

Jagung, lanjut Ilham, kini menjadi salah satu komoditas strategis yang terus dikembangkan di Banyuwangi.

Selain sebagai sumber pangan, jagung juga memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak di wilayah tersebut dan sekitarnya.

Pemerintah daerah menilai bahwa diversifikasi pemanfaatan jagung akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.

Keberhasilan peningkatan produksi padi dan jagung di Banyuwangi tidak hanya dilihat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas hasil panen yang semakin baik.

Pemerintah daerah terus berupaya menjaga tren positif ini melalui berbagai program pendampingan berkelanjutan, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan teknis bagi petani, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Baca Juga :  Koperasi Konsumen: Solusi Cerdas untuk Kebutuhan Sehari-hari

Ilham juga menekankan pentingnya kesiapan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Menurutnya, adaptasi terhadap kondisi cuaca, pemanfaatan teknologi irigasi hemat air, serta perencanaan pola tanam yang tepat menjadi kunci untuk mempertahankan bahkan meningkatkan hasil panen di masa mendatang.

Dengan pencapaian ini, Banyuwangi menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Timur.

Peningkatan produksi padi dan jagung tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru