RAPBD Jawa Timur 2026 Capai Rp28,26 Triliun, Defisit Ditutup Lewat Strategi Pembiayaan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai Rp28,263 triliun.

Dokumen ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam rapat paripurna DPRD Jatim yang digelar pada Rabu (10/9/2025).

Dalam nota keuangan yang dibacakan, Gubernur Khofifah menguraikan bahwa pendapatan daerah tahun depan bersumber dari tiga komponen utama.

Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan mencapai Rp17,240 triliun. Kedua, pendapatan transfer dari pemerintah pusat ditargetkan sebesar Rp10,994 triliun.

Ketiga, pos lain-lain pendapatan daerah yang sah diperkirakan sebesar Rp28,150 miliar.

Target tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi kinerja anggaran 2025 sekaligus mempertimbangkan potensi ekonomi daerah serta kebijakan fiskal nasional.

Baca Juga :  Kapolres Lamongan dan Disperindag Sidak Pasar Sidoharjo untuk Pastikan Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

Sementara itu, alokasi belanja daerah dalam RAPBD 2026 direncanakan sebesar Rp29,257 triliun.

Anggaran ini terbagi ke dalam beberapa kategori, meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer.

Belanja operasi terdiri atas pembayaran pegawai, pengadaan barang dan jasa, pemberian subsidi, penyaluran hibah, serta bantuan sosial kepada masyarakat.

Menurut Gubernur Khofifah, belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah provinsi sekaligus menstimulus pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagaimana tercantum dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),

Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2026.

Dengan proyeksi belanja yang lebih besar dari pendapatan, RAPBD 2026 mencatat defisit sebesar Rp994,016 miliar.

Baca Juga :  Cara Mudah Cek Tagihan Listrik PLN November 2025 Melalui Aplikasi PLN Mobile

Defisit anggaran tersebut akan ditutup melalui skema pembiayaan daerah.

Pemprov Jatim mengandalkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 yang diperkirakan mencapai Rp1,003 triliun.

Dari jumlah tersebut, terdapat pengeluaran pembiayaan sebesar Rp9,176 miliar yang dialokasikan untuk membayar cicilan pokok utang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Utang tersebut sebelumnya digunakan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat pandemi Covid-19.

Dengan demikian, pembiayaan neto diyakini mampu menutup seluruh defisit RAPBD 2026.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal Jawa Timur tetap berorientasi pada penguatan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan.

Ia menilai transparansi dalam penyusunan APBD penting agar dapat dipertanggungjawabkan secara publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Tarik Tunai di Agen BRILink Menggunakan Kartu ATM BRI Secara Aman

Selain itu, keberadaan APBD 2026 juga diproyeksikan menjadi instrumen utama dalam memperkuat daya saing ekonomi Jawa Timur, terutama di tengah tantangan global dan kebutuhan menjaga stabilitas fiskal di tingkat daerah.

Melalui rancangan anggaran ini, Pemprov Jatim berusaha memastikan bahwa setiap rupiah anggaran memiliki arah penggunaan yang jelas dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dengan strategi pembiayaan yang matang, defisit RAPBD 2026 diharapkan dapat tertutup secara efektif sehingga pembangunan di Jawa Timur tetap berjalan sesuai rencana.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru