Harga Cabai di Pasar Induk Pare Naik, Permintaan Meningkat Jadi Pemicu

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Harga beberapa komoditas cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (13/9/2025) tercatat mengalami lonjakan.

Berdasarkan data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, peningkatan harga terutama terjadi pada jenis cabai merah keriting (CMK) dan cabai rawit merah (CRM).

Permintaan yang meningkat menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga, meskipun pasokan cabai rawit dan cabai keriting dari daerah sekitar masih relatif stabil.

Varietas cabai merah keriting (CMK) menunjukkan kenaikan cukup signifikan. Harga Boos Tavi yang sebelumnya Rp30.000 per kilogram naik Rp5.000 menjadi Rp35.000.

Sementara itu, varietas Sibad juga mengalami peningkatan dari Rp28.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.

Kenaikan pada kedua varietas tersebut menegaskan tingginya minat pasar terhadap cabai keriting, yang sering digunakan sebagai bahan masakan dengan tingkat kepedasan sedang dan tekstur khas.

Baca Juga :  Permintaan ke Kalimantan Meningkat, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Pare Ikut Terkerek Naik

Selain cabai keriting, jenis cabai rawit merah (CRM) juga mengalami lonjakan harga. Varietas Brengos 99 naik dari Rp29.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

Varietas Asmoro 043 meningkat Rp4.000, dari Rp27.000 menjadi Rp31.000 per kilogram. Sedangkan varietas Prentol/Tumi 99 naik Rp3.000, dari Rp22.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini menunjukkan tingginya kebutuhan cabai rawit merah di pasar, terutama karena cabai jenis ini menjadi pilihan utama untuk memberikan rasa pedas yang kuat pada masakan.

Berbeda dengan cabai keriting dan rawit, harga cabai merah besar (CMB) masih bertahan di level sebelumnya.

Varietas Gada MK dipatok Rp21.000 per kilogram, varietas Imola Rp19.000 per kilogram, dan varietas Sandi 08 berada di harga Rp18.000 per kilogram.

Baca Juga :  Harga Cabai di Kediri Anjlok Lagi, Petani Mulai Rugi Meski Pasokan Stabil

Meski tidak mengalami kenaikan, cabai merah besar tetap menjadi komoditas penting, terutama untuk kebutuhan industri makanan dalam jumlah besar.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menyampaikan bahwa kenaikan harga hanya terjadi pada cabai keriting dan cabai rawit merah.

Ia menekankan, harga cabai besar masih stabil, begitu juga dengan pasokannya. Menurutnya, fluktuasi harga cabai tetap bergantung pada kondisi pasar, terutama tingkat permintaan konsumen.

Dari sisi distribusi, Pasar Induk Pare mengirimkan cabai merah keriting sebanyak 0,4 ton dan cabai rawit merah 1,5 ton ke wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, serapan industri mencapai 7 ton cabai merah besar dan 3 ton cabai rawit merah.

Selain itu, ada pengiriman cabai rawit merah ke Kalimantan dengan jumlah 4 ton. Untuk pasokan, cabai merah besar dipasok dari Kediri, Malang, Blitar, dan Jember dengan total 10 ton.

Baca Juga :  Panen Tembakau di Sampang Dihantui Ketidakpastian Harga Akibat Gudang Belum Beroperasi

Cabai merah keriting berasal dari Kediri dan Jember sekitar 1 ton, sedangkan cabai rawit merah dipasok dari Kediri, Malang, dan Jombang sebanyak 14 ton.

Kenaikan harga cabai kali ini diharapkan tidak berlangsung lama, sebab pasokan di tingkat petani masih relatif terjaga.

Namun, dinamika permintaan pasar tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga.

Pemerhati pertanian menyarankan agar distribusi tetap lancar sehingga harga bisa kembali stabil dan tidak membebani konsumen.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru