Petani Sumenep Berhasil Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Pertama dalam Puluhan Tahun

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, para petani di Desa Pengarangan, Kecamatan Kota Sumenep, mencetak prestasi luar biasa dalam dunia pertanian.

Mereka berhasil menanam padi hingga tiga kali dalam satu tahun, sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil karena keterbatasan air dan kondisi iklim setempat.

Biasanya, petani di daerah ini hanya mampu menanam dua kali setahun, yakni saat musim penghujan dan musim kemarau awal.

Koordinator Penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan sejarah baru bagi dunia pertanian Madura.

Ia menjelaskan bahwa selama puluhan tahun, pola tanam padi di Sumenep hanya bisa dilakukan dua kali.

Namun, pada tahun 2025, berkat dukungan sarana irigasi, petani mampu menambah satu siklus tanam lagi.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Gencarkan Program Cegah Stunting Lewat Edukasi dan Bantuan Pangan Sehat

Menurut Dewo, pola tanam biasanya berlangsung pada awal musim penghujan, kemudian dilanjutkan saat musim kemarau.

Dengan adanya tambahan siklus tanam ketiga, hasil produksi padi otomatis meningkat, sehingga berdampak positif pada kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Keberhasilan tanam tiga kali ini tidak lepas dari adanya sistem irigasi perpompaan yang disalurkan ke area persawahan.

Teknologi ini menjamin ketersediaan air meskipun musim kemarau sedang berlangsung.

Pasokan air yang stabil memungkinkan petani tetap dapat mengolah sawah tanpa bergantung sepenuhnya pada curah hujan.

Dewo menambahkan bahwa bantuan infrastruktur irigasi ini telah mengubah wajah pertanian di Desa Pengarangan.

Para petani kini tidak lagi khawatir gagal tanam akibat kekeringan, sehingga produktivitas lahan meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Lowongan Astra International Oktober 2025: Peluang Karier untuk Fresh Graduate di Berbagai Bidang

Pencapaian luar biasa ini diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain di Sumenep maupun daerah sekitarnya.

Dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan teknologi sederhana, potensi pertanian lokal bisa dimaksimalkan.

Selain meningkatkan produksi padi, program ini juga berkontribusi langsung terhadap upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep mendorong agar keberhasilan di Desa Pengarangan dapat direplikasi di wilayah lain.

Hal ini penting mengingat kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, sementara lahan pertanian semakin terbatas.

Selain berdampak pada ketahanan pangan, keberhasilan tanam tiga kali setahun ini juga membawa pengaruh positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat desa.

Petani bisa memperoleh tambahan hasil panen yang signifikan, sehingga pendapatan rumah tangga meningkat.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos 2025 Secara Online

Keberhasilan ini juga meningkatkan semangat petani untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan.

Dengan produktivitas yang meningkat, peluang pasar untuk hasil panen juga semakin terbuka.

Petani tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memasok ke pasar lokal, bahkan berpotensi menjangkau pasar di luar wilayah Sumenep.

Keberhasilan petani Desa Pengarangan menanam padi tiga kali setahun menjadi tonggak penting bagi dunia pertanian Sumenep.

Dengan dukungan teknologi irigasi perpompaan, keterbatasan air di musim kemarau bukan lagi hambatan utama.

Inovasi ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan dukungan infrastruktur, sektor pertanian mampu menjawab tantangan zaman serta memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru