Harga Daging Sapi di Sumenep Naik Tajam Saat Maulid, Tembus Rp150 Ribu per Kilogram

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan pada bulan Maulid 2025.

Jika sebelumnya harga stabil di kisaran Rp120 ribu per kilogram, kini pedagang menjualnya dengan harga Rp150 ribu per kilogram.

Artinya, terdapat kenaikan sekitar Rp30 ribu hanya dalam kurun waktu beberapa pekan.

Kenaikan ini berlangsung secara bertahap sejak awal bulan Maulid.

Menurut pedagang, tren semacam ini memang menjadi hal rutin setiap tahunnya.

Namun, tahun ini peningkatannya dinilai lebih tajam dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Salah satu pedagang daging di Pasar Anom Baru Sumenep, Haji Enna, menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak lepas dari meningkatnya permintaan masyarakat.

Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai desa dan kota di Sumenep membuat kebutuhan daging sapi melonjak tajam.

Baca Juga :  Harga Cabai di Kediri Naik, CMB dan CMK Alami Kenaikan Rp3.000 per Kilogram

Di sisi lain, pasokan dari rumah potong hewan tidak bertambah banyak, sehingga harga terkerek naik sedikit demi sedikit hingga akhirnya menembus Rp150 ribu per kilogram.

Fenomena ini bukan hal baru. Setiap memasuki bulan Maulid, konsumsi daging sapi di Sumenep cenderung naik karena banyak keluarga mengadakan acara syukuran, sedekah, maupun hajatan lain yang membutuhkan bahan pangan tersebut.

Namun, tahun 2025 ini lonjakan permintaan jauh lebih tinggi, sementara pasokan justru terbatas.

Kenaikan harga daging sapi tentu berdampak langsung pada masyarakat. Sejumlah warga mengaku harus menyesuaikan pembelian agar anggaran rumah tangga tidak terlalu berat.

Seperti yang dialami Susi, salah seorang warga Sumenep. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga cukup memberatkan sehingga terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

Baca Juga :  Satpolairud Polres Situbondo Gelar Gerakan Pangan Murah, 200 Sak Beras Ludes dalam 15 Menit

Meski begitu, ia tetap memilih membeli daging sapi dalam jumlah terbatas karena kebutuhan untuk hajatan dan tradisi Maulid dianggap tidak bisa ditinggalkan.

Hal ini menunjukkan bahwa meski harga naik drastis, permintaan tetap tinggi karena adanya faktor budaya dan religius yang melekat pada masyarakat Madura.

Berdasarkan pantauan pasar, kenaikan harga daging sapi di bulan Maulid bukanlah hal baru.

Setiap tahun, pola yang sama selalu terjadi. Namun, tingginya lonjakan harga pada 2025 menjadi perhatian khusus, mengingat perbedaan kenaikan cukup jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa pedagang bahkan memprediksi harga akan terus bertahan tinggi hingga akhir bulan Maulid, sebelum kembali stabil setelah perayaan selesai.

Baca Juga :  Harga Cabai di Kediri Stabil Meski Serapan ke Jabodetabek dan Industri Masih Libur

Hal ini mengingat pola konsumsi masyarakat yang cenderung menurun setelah rangkaian acara Maulid usai.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mencari solusi agar kenaikan harga tidak semakin memberatkan masyarakat.

Salah satunya adalah dengan memperkuat pasokan dari rumah potong hewan serta melakukan pemantauan harga di pasar tradisional.

Selain itu, upaya pengendalian distribusi juga dianggap penting untuk mencegah spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan harga daging sapi di Sumenep dapat kembali stabil setelah puncak perayaan Maulid berakhir.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru