Pemkab Sampang Gencarkan Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Lokal

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang semakin aktif memperluas gerakan pangan murah sebagai strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Program ini tidak hanya sekadar menghadirkan pangan murah, tetapi juga difokuskan pada penguatan ketahanan pangan lokal melalui produksi pertanian berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, Suyono, menuturkan bahwa pihaknya terus mendorong para petani di wilayah tersebut untuk menanam cabai dan sayuran secara konsisten.

Menurutnya, keberlanjutan pasokan menjadi kunci dalam meminimalisir gejolak harga yang kerap terjadi akibat fluktuasi di pasar.

Dengan pasokan yang stabil, harga kebutuhan pangan bisa tetap terjangkau dan masyarakat terlindungi dari potensi lonjakan mendadak.

Baca Juga :  Pentingnya Transparansi Pajak bagi Keberlanjutan Pembangunan di Kota Batu

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa strategi ini membantu masyarakat memperoleh pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Stok yang memadai ditambah distribusi lancar akan menciptakan ekosistem pangan yang sehat sekaligus menjaga kesejahteraan konsumen di tingkat bawah.

Tidak hanya mengandalkan petani dan program produksi lokal, Pemkab Sampang juga memperkuat pengawasan harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan, menyampaikan bahwa TPID terus melakukan pemantauan di pasar tradisional.

Ia menuturkan, tim rutin turun langsung untuk melakukan pengecekan harga dan mengambil langkah intervensi bila terdapat kenaikan signifikan.

Dengan cara ini, Pemkab berupaya memastikan inflasi di Kabupaten Sampang tetap terkendali sehingga masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok.

Baca Juga :  Unesa dan Kadin Jatim Jalin Kolaborasi Strategis untuk SDM, Riset, dan Teknologi Pertanian

Menurut Yuliadi, Sampang termasuk dalam 93 daerah yang mendapat perhatian khusus terkait harga beras.

Oleh karena itu, intervensi melalui gerakan pangan murah dipandang efektif, terutama dalam menekan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Melalui program ini, beras SPHP dapat dijual dengan harga sekitar Rp55 ribu per 5 kilogram, jauh lebih rendah dibanding harga pasar umum.

Program pangan murah yang digencarkan Pemkab Sampang tidak hanya ditujukan sebagai solusi jangka pendek menghadapi inflasi, tetapi juga sebagai model ketahanan pangan berbasis desa.

Harapannya, masyarakat bisa lebih mengandalkan hasil produksi lokal dibanding terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian desa, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi petani lokal dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Baca Juga :  Syarat Lengkap Pengajuan KUR Bank Mandiri 2025: Mudah, Cepat, dan Ramah UMKM

Dengan harga yang lebih terkendali serta pasokan yang stabil, Pemkab optimis gerakan ini akan menciptakan efek domino positif terhadap perekonomian daerah.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkab Sampang berkomitmen menjadikan gerakan pangan murah sebagai program berkelanjutan.

Tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat pondasi ketahanan pangan di tingkat lokal hingga desa.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru