Mengapa Pengajuan KUR BRI 2025 Bisa Ditolak? Ini Penyebab yang Perlu Dipahami

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 2 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dikenal sebagai salah satu fasilitas pinjaman paling diminati oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan bunga rendah dan syarat yang relatif mudah, produk ini menjadi andalan bagi banyak wirausaha dalam menambah modal kerja maupun investasi.

Namun, tidak semua pengajuan KUR bisa berjalan mulus. Banyak calon debitur yang kecewa karena permohonannya ditolak oleh pihak bank.

Agar hal ini tidak menimpa Anda, penting untuk memahami beberapa penyebab umum yang membuat KUR BRI ditolak.

1. Ketidaksesuaian Data dengan Dokumen Resmi

Penyebab pertama yang kerap muncul adalah data pribadi yang tidak sesuai dengan dokumen resmi.

Misalnya, perbedaan nama di KTP dan KK, kesalahan penulisan alamat, atau perbedaan identitas antara formulir pengajuan dengan dokumen pendukung.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Mengajukan KUR BRI September 2025 untuk UMKM

Bank akan melakukan verifikasi ketat terhadap semua data.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, proses pengajuan bisa langsung dihentikan.

Oleh karena itu, pastikan seluruh dokumen seperti KTP, KK, NPWP, hingga surat usaha ditulis dengan benar dan sesuai.

2. Riwayat Kredit yang Buruk

Kondisi keuangan debitur menjadi faktor penentu lain dalam persetujuan KUR.

Jika calon peminjam memiliki riwayat kredit macet di bank lain atau tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, pengajuan KUR berpotensi besar ditolak.

Bank ingin memastikan bahwa pinjaman yang diberikan bisa kembali sesuai tenor.

Jadi, penting untuk melunasi tunggakan lama atau menyelesaikan catatan buruk sebelum mencoba mengajukan KUR kembali.

3. Usaha Belum Memenuhi Syarat Minimum

KUR ditujukan untuk mendukung UMKM yang telah berjalan.

Salah satu syaratnya adalah usaha sudah aktif minimal enam bulan.

Baca Juga :  Kodim 0802/Ponorogo Genjot Serapan Gabah: Target 12.400 Ton GKP Dikejar Hingga Akhir April 2025

Jika usaha baru dimulai atau belum memiliki bukti aktivitas usaha yang jelas, pengajuan akan sulit disetujui.

Biasanya pihak bank akan melakukan survei lapangan untuk mengecek apakah usaha benar-benar ada dan berjalan.

Maka, sebelum mengajukan, pastikan usaha Anda sudah memiliki catatan transaksi, laporan sederhana, atau izin usaha yang sah.

4. Dokumen Pengajuan Kurang Lengkap

Dokumen yang tidak lengkap menjadi hambatan lain yang sering membuat proses KUR gagal.

Misalnya, tidak melampirkan NPWP padahal diwajibkan, atau tidak menyertakan dokumen legalitas usaha.

Tanpa berkas pendukung yang memadai, verifikasi tidak bisa dilanjutkan sehingga otomatis permohonan akan ditolak.

Untuk menghindarinya, periksa kembali daftar dokumen yang diminta bank sebelum menyerahkan formulir.

5. Tidak Sesuai dengan Sektor Usaha Prioritas

Baca Juga :  Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor Perdana Sepeda Elektrik Polygon ke Pasar Internasional

Pemerintah telah menetapkan beberapa sektor usaha yang diprioritaskan dalam penyaluran KUR, seperti pertanian, perikanan, perdagangan, dan industri kecil.

Jika usaha yang dijalankan tidak masuk kategori prioritas, ada kemungkinan pengajuan ditolak meskipun dokumen sudah lengkap.

Oleh sebab itu, penting memahami kebijakan sektor usaha yang berlaku agar peluang disetujui lebih besar.

Penolakan KUR BRI bukan tanpa alasan. Beberapa faktor utama meliputi ketidaksesuaian data, catatan kredit bermasalah,

usaha yang belum memenuhi syarat, dokumen kurang lengkap, hingga sektor usaha yang tidak masuk prioritas pemerintah.

Dengan memahami penyebab ini, calon debitur bisa lebih siap dalam menyiapkan dokumen, memperbaiki catatan keuangan, serta memastikan usahanya memenuhi persyaratan.

Langkah antisipasi tersebut akan meningkatkan kemungkinan pengajuan KUR BRI 2025 disetujui tanpa kendala.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru