Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-118 di Magetan, Jaga Daya Beli dan Tekan Inflasi Daerah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 6 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Dalam upaya menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan pasar murah ke-118 di Rumah Promosi Produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Magetan pada Minggu (5 Oktober 2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian rakyat dan menekan inflasi di tingkat lokal.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan ekonomi berkeadilan yang berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan adanya pemerataan akses terhadap bahan pangan strategis.

Ia menilai bahwa mekanisme pasar murah menjadi salah satu cara efektif menjaga keterjangkauan harga di tengah dinamika ekonomi nasional.

Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang jauh di bawah harga pasar, tanpa mengurangi kualitas produk.

Baca Juga :  Polres Ponorogo Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan Beras dan Minyak Goreng Harga Terjangkau di 21 Kecamatan

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah kebutuhan pokok disediakan dengan harga khusus yang lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) dan harga pasar terkini.

Misalnya, beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp22.000 per pack.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa kebijakan harga tersebut dirancang untuk meringankan beban masyarakat tanpa merugikan produsen maupun pelaku usaha.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, distributor, dan konsumen, sehingga seluruh pihak memperoleh manfaat yang proporsional.

Lebih lanjut, Gubernur menilai bahwa pengendalian harga bahan pokok tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi rumah tangga, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Dengan harga pangan yang stabil, daya beli masyarakat dapat terjaga dan tekanan inflasi di tingkat regional dapat diminimalkan.

Baca Juga :  TNI Aktif Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pengubinan Sawah di Bangkalan

Khofifah menyebutkan bahwa pelaksanaan pasar murah yang digelar secara keliling di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Jatim.

Program ini diharapkan dapat menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih merata dan efisien di seluruh wilayah.

Menurutnya, ketahanan harga pangan merupakan salah satu fondasi utama bagi ketahanan ekonomi daerah.

Karena itu, kegiatan seperti pasar murah perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai lapisan.

Selain menjual bahan kebutuhan pokok, pasar murah ke-118 di Magetan juga menghadirkan produk-produk unggulan UMKM dan IKM lokal.

Pemprov Jatim memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan berbagai hasil karya masyarakat, mulai dari olahan pangan, kerajinan, hingga produk kreatif khas daerah.

Gubernur Khofifah menilai bahwa sinergi antara pasar murah dan promosi produk lokal dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, baik secara offline maupun online.

Baca Juga :  Mavael Kansa: UMKM Keripik Khas Malang yang Berinovasi di Tengah Persaingan

Ia juga mendorong pelaku UMKM yang telah lolos kurasi untuk bergabung dalam misi dagang antarprovinsi, agar produk mereka dapat dikenal di tingkat nasional bahkan global.

Menurutnya, produk-produk lokal Jawa Timur memiliki daya saing yang kuat dan potensi pertumbuhan pasar yang cepat jika didukung dengan strategi pemasaran yang tepat.

Melalui kegiatan pasar murah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat terus memperkuat stabilitas ekonomi daerah, menjaga daya beli masyarakat, serta memperluas jejaring usaha antarwilayah.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan.

Langkah ini tidak hanya sebatas program jangka pendek, tetapi juga merupakan bagian dari visi besar Pemprov Jatim dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang mandiri dan berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru