Harga Gabah Naik di Lumajang, Petani Rowokangkung Sambut dengan Syukur

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 11 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kabar menggembirakan tengah dirasakan oleh para petani padi di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Setelah melalui masa tanam yang penuh tantangan dan biaya produksi yang tinggi, kini mereka menikmati hasil yang lebih baik berkat naiknya harga gabah di pasaran.

Dalam beberapa minggu terakhir, harga jual gabah mengalami peningkatan cukup tajam dan membawa angin segar bagi masyarakat tani setempat.

Sebelumnya, harga gabah di wilayah tersebut berkisar antara Rp6.000 hingga Rp6.200 per kilogram.

Namun kini, harga itu melonjak menjadi Rp7.000 hingga Rp7.200 per kilogram, tergantung pada kualitas hasil panen yang diperoleh petani.

Kenaikan harga yang signifikan ini membuat banyak petani merasa lega karena hasil kerja keras mereka akhirnya mendapatkan imbalan yang sepadan.

Baca Juga :  Babinsa Kodim 0802/Ponorogo Aktif Dampingi Petani untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Menurut penjelasan dari Heru, Penyuluh Pertanian Kecamatan Rowokangkung, peningkatan harga gabah ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor penting.

Salah satunya adalah meningkatnya permintaan dari pihak penggilingan padi yang membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar.

Selain itu, kondisi cuaca yang cukup stabil selama masa tanam juga turut berpengaruh terhadap kualitas hasil panen, sehingga harga di tingkat petani menjadi lebih tinggi.

Ia juga menuturkan bahwa stok gabah di pasaran sempat berkurang karena beberapa wilayah lain di Lumajang dan sekitarnya baru memasuki masa panen.

Situasi tersebut secara tidak langsung memberikan peluang bagi petani di Rowokangkung untuk menjual hasil panennya dengan harga yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi ini menjadi momentum yang positif bagi petani untuk menutup biaya produksi yang selama ini cukup membebani, seperti pembelian pupuk, pestisida, hingga biaya tenaga kerja selama proses tanam dan panen.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Pahlawan Ekonomi Desa di Sampang

Pemerintah Desa Sumbersari bersama kelompok tani di Kecamatan Rowokangkung terus melakukan pendampingan agar para petani dapat memanfaatkan momentum kenaikan harga ini sebaik mungkin.

Upaya tersebut mencakup penyediaan sarana pertanian yang memadai, dukungan dalam pengelolaan hasil panen, serta pembinaan mengenai cara menjaga kualitas gabah agar tetap sesuai dengan standar penggilingan.

Pihak desa juga berupaya agar kenaikan harga ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi pendorong bagi peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Pendampingan yang dilakukan bertujuan agar para petani mampu memperhitungkan kembali strategi tanam, termasuk pemilihan varietas padi unggul dan penerapan teknologi pertanian modern.

Dengan naiknya harga gabah ini, banyak petani berharap kondisi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Khofifah Tegaskan Sinergi TNI dan Pemda Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Stabilitas harga di tingkat petani sangat penting agar mereka dapat kembali menanam dengan modal yang cukup pada musim tanam berikutnya.

Kenaikan harga ini juga menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam menopang perekonomian pedesaan.

Di tengah fluktuasi harga bahan pangan dan naiknya biaya hidup, peningkatan pendapatan petani di Lumajang menjadi kabar baik bagi masyarakat luas.

Jika harga gabah mampu bertahan di level tinggi, kesejahteraan petani pun akan meningkat, dan hal ini dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi lokal serta ketahanan pangan di daerah tersebut.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru