Gerakan Minum Jus Tomat ASN Lumajang: Langkah Nyata Bantu Petani dan Dorong Ekonomi Lokal

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 21 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali menghadirkan inovasi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat desa.

Melalui gerakan “ASN Minum Jus Tomat”, Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), berupaya membantu petani lokal yang tengah menghadapi kesenjangan harga antara hasil panen dan pasar.

Dalam kegiatan peninjauan produk pertanian di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), Senin (20/10/2025), Bunda Indah menyoroti ketimpangan harga yang cukup mencolok.

Berdasarkan laporan lapangan, harga tomat di pasar mencapai Rp5.158 per kilogram, sedangkan petani hanya menerima Rp1.000–Rp1.500 per kilogram.

Kondisi ini dinilai tidak adil bagi para petani yang telah bekerja keras menjaga produksi pertanian daerah.

ASN Jadi Motor Penggerak Ekonomi Pertanian Lokal

Baca Juga :  Keamanan dalam Dunia Kripto: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Menurut Bunda Indah, dukungan nyata dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi awal kebangkitan ekonomi pertanian di Lumajang.

ASN diharapkan menjadi pembeli pertama sekaligus konsumen rutin produk pertanian lokal, termasuk jus tomat yang diolah langsung dari hasil panen petani setempat.

Langkah sederhana ini diyakini mampu membantu menstabilkan harga tomat di pasaran serta memberikan jaminan pendapatan yang lebih layak bagi petani.

Selain itu, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat hasil pertanian sebagai bahan konsumsi, melainkan juga sebagai peluang inovasi dan wirausaha kreatif yang bernilai tambah.

Selain aspek ekonomi, gerakan minum jus tomat juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan ASN.

Baca Juga :  Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 1,14 Persen pada Triwulan I-2025, Sektor Pertanian Jadi Motor Penggerak

Tomat dikenal kaya akan vitamin C, antioksidan, dan likopen, yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.

Bunda Indah menjelaskan bahwa dengan mengonsumsi jus tomat secara rutin, ASN tidak hanya membantu petani, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja.

Upaya kecil ini diharapkan dapat menular ke masyarakat luas sehingga kesadaran terhadap pentingnya pangan lokal dan gizi seimbang semakin meningkat.

Bunda Indah juga menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memperkuat ekonomi berbasis desa.

Dengan menggandeng petani, pelaku UMKM, dan ASN, pemerintah berharap dapat menciptakan rantai ekonomi yang saling menguatkan.

Baca Juga :  Pasar Malam Alun-alun Ponorogo Kembali Meriahkan Ramadhan dan Lebaran 2025

Ia menilai, langkah sederhana seperti mengonsumsi jus tomat bisa menjadi simbol gotong royong antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Melalui gerakan ini, kita bukan hanya minum jus tomat, tetapi juga meminum hasil kerja keras petani Lumajang,” ungkapnya dengan semangat.

Bupati berharap inisiatif tersebut menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Lumajang.

Ia mengajak warga untuk menjadikan konsumsi produk pertanian lokal sebagai kebiasaan sehari-hari, baik di rumah tangga maupun di lingkungan kerja.

Dengan begitu, petani akan mendapatkan apresiasi yang layak, ekonomi lokal tumbuh stabil, dan masyarakat memperoleh manfaat kesehatan yang nyata.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru