UMKMJATIM.COM – Di sejumlah wilayah pesisir, para pelaku usaha kecil kerap menghadapi tantangan berulang yang tidak hanya disebabkan oleh cuaca ekstrem, tetapi juga keterbatasan fasilitas produksi.
Banyak peralatan mereka yang mulai menua dan tidak lagi berfungsi optimal, sementara pasokan listrik yang kerap padam membuat proses produksi semakin sulit.
Situasi inilah yang diingat oleh Triana, salah satu penggerak UMKM pesisir, yang menyebut bahwa banyak aktivitas produksi sering tertunda ketika hujan turun dan listrik mati tiba-tiba pada malam hari.
Kondisi tersebut menyebabkan berbagai pekerjaan yang sudah terjadwal rapi harus diundur, bahkan beberapa kali menghentikan produksi secara total.
Di tengah berbagai hambatan itu, lahirlah sebuah kolaborasi strategis antara kampus dan masyarakat pesisir yang kemudian menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah yang mampu memberikan dampak signifikan dalam menguatkan ekonomi lokal.
Melalui pendampingan bisnis, pelatihan produksi, hingga penyediaan alat-alat pendukung, warga perlahan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk serta menghadapi tantangan operasional secara lebih mandiri.
Salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah meningkatnya kualitas dan daya saing produk unggulan seperti kerupuk crispy dan rengginang khas pesisir.
Sebelumnya, kedua produk ini hanya dipasarkan dalam lingkup kecil dan belum memiliki keunikan yang mencolok.
Namun setelah mendapatkan pendampingan akademisi, proses produksi mereka menjadi lebih tertata mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengeringan, hingga pengemasan.
Produk-produk tersebut kini dipandang memiliki potensi kuat sebagai kuliner unggulan Jawa Timur yang dapat menembus pasar yang lebih luas.
Paridah, salah seorang anggota kelompok usaha, menyebut bahwa para pelaku UMKM kini tidak lagi merasa terbebani apabila musim hujan tiba.
Menurutnya, kegiatan produksi bisa terus berjalan karena mereka sudah memiliki strategi yang lebih matang dan didukung peralatan yang lebih layak.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena kualitas produk saat ini jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
Dengan pendampingan kampus, proses produksi menjadi lebih efisien dan masalah listrik yang padam mendadak bisa diminimalkan melalui penggunaan alat yang lebih hemat energi serta sistem kerja yang lebih fleksibel.
Kerja sama ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi upaya nyata untuk memperkuat sektor usaha kecil.
Kampus memberikan pengetahuan praktis, sementara warga menyediakan kreativitas dan semangat untuk terus berkembang.
Keduanya saling melengkapi, menciptakan model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Inisiatif pemberdayaan UMKM pesisir ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi kendala serupa.
Dengan dukungan teknologi, edukasi, dan kemitraan yang tepat, pelaku usaha kecil dapat bertahan bahkan berkembang di tengah tantangan cuaca ekstrem maupun gangguan infrastruktur.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa UMKM pesisir mampu bangkit lebih kuat, mengolah potensi lokal, dan menghadirkan produk berkualitas—bahkan ketika kondisi lingkungan tidak selalu bersahabat.***











