Kolaborasi Kampus dan Warga Pacu UMKM Pesisir Hadapi Cuaca Ekstrem dan Kendala Produksi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Di sejumlah wilayah pesisir, para pelaku usaha kecil kerap menghadapi tantangan berulang yang tidak hanya disebabkan oleh cuaca ekstrem, tetapi juga keterbatasan fasilitas produksi.

Banyak peralatan mereka yang mulai menua dan tidak lagi berfungsi optimal, sementara pasokan listrik yang kerap padam membuat proses produksi semakin sulit.

Situasi inilah yang diingat oleh Triana, salah satu penggerak UMKM pesisir, yang menyebut bahwa banyak aktivitas produksi sering tertunda ketika hujan turun dan listrik mati tiba-tiba pada malam hari.

Kondisi tersebut menyebabkan berbagai pekerjaan yang sudah terjadwal rapi harus diundur, bahkan beberapa kali menghentikan produksi secara total.

Di tengah berbagai hambatan itu, lahirlah sebuah kolaborasi strategis antara kampus dan masyarakat pesisir yang kemudian menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.

Baca Juga :  Kodim 0823 Situbondo Intensifkan Pengawasan Distribusi Beras: Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Kerja sama ini dinilai sebagai langkah yang mampu memberikan dampak signifikan dalam menguatkan ekonomi lokal.

Melalui pendampingan bisnis, pelatihan produksi, hingga penyediaan alat-alat pendukung, warga perlahan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk serta menghadapi tantangan operasional secara lebih mandiri.

Salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah meningkatnya kualitas dan daya saing produk unggulan seperti kerupuk crispy dan rengginang khas pesisir.

Sebelumnya, kedua produk ini hanya dipasarkan dalam lingkup kecil dan belum memiliki keunikan yang mencolok.

Namun setelah mendapatkan pendampingan akademisi, proses produksi mereka menjadi lebih tertata mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengeringan, hingga pengemasan.

Produk-produk tersebut kini dipandang memiliki potensi kuat sebagai kuliner unggulan Jawa Timur yang dapat menembus pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Antusiasme Warga Ponorogo dalam Penukaran Uang Baru Jelang Idul Fitri

Paridah, salah seorang anggota kelompok usaha, menyebut bahwa para pelaku UMKM kini tidak lagi merasa terbebani apabila musim hujan tiba.

Menurutnya, kegiatan produksi bisa terus berjalan karena mereka sudah memiliki strategi yang lebih matang dan didukung peralatan yang lebih layak.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya karena kualitas produk saat ini jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

Dengan pendampingan kampus, proses produksi menjadi lebih efisien dan masalah listrik yang padam mendadak bisa diminimalkan melalui penggunaan alat yang lebih hemat energi serta sistem kerja yang lebih fleksibel.

Kerja sama ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi upaya nyata untuk memperkuat sektor usaha kecil.

Baca Juga :  Wabah Hama Wereng Ancam Panen Padi di Ponorogo, Petani Merugi dan Minta Solusi Pemerintah

Kampus memberikan pengetahuan praktis, sementara warga menyediakan kreativitas dan semangat untuk terus berkembang.

Keduanya saling melengkapi, menciptakan model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Inisiatif pemberdayaan UMKM pesisir ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi kendala serupa.

Dengan dukungan teknologi, edukasi, dan kemitraan yang tepat, pelaku usaha kecil dapat bertahan bahkan berkembang di tengah tantangan cuaca ekstrem maupun gangguan infrastruktur.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa UMKM pesisir mampu bangkit lebih kuat, mengolah potensi lokal, dan menghadirkan produk berkualitas—bahkan ketika kondisi lingkungan tidak selalu bersahabat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Berita Terbaru