UMKMJATIM.COM – Membayar pajak kini semakin mudah dengan sistem elektronik yang memungkinkan wajib pajak membuat kode billing secara mandiri.
Meski prosesnya terlihat sederhana, tetap ada beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan agar pembuatan kode billing berjalan mulus tanpa hambatan.
Persiapan ini menjadi langkah awal yang menentukan kelancaran pembayaran pajak, baik untuk keperluan pribadi maupun usaha.
Sebelum memasuki tahapan teknis di aplikasi atau situs resmi Direktorat Jenderal Pajak, wajib pajak disarankan memastikan bahwa seluruh data yang diperlukan sudah tersedia.
Salah satu hal yang wajib disiapkan adalah NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak. Dokumen ini menjadi identitas utama wajib pajak dalam seluruh proses administrasi perpajakan, termasuk ketika ingin membuat kode billing.
Tanpa NPWP, sistem tidak akan mengizinkan proses pembuatan kode billing kecuali untuk jenis pembayaran tertentu yang memang diperbolehkan tanpa NPWP, seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui instansi lain.
Selain NPWP, wajib pajak juga disarankan menyiapkan akses internet yang stabil. Mengingat seluruh proses dilakukan secara online melalui DJP Online atau aplikasi perpajakan lain, koneksi yang lemah seringkali menjadi penyebab gagalnya pembuatan kode billing.
Akses internet yang stabil memastikan setiap formulir dapat diisi dengan baik dan sistem dapat mengirimkan kode billing tanpa gangguan.
Hal ini sangat penting terutama ketika wajib pajak sedang mengejar batas waktu pembayaran.
Persiapan berikutnya yang tidak boleh diabaikan ialah memastikan bahwa detail pajak yang akan dibayarkan sudah diketahui dengan lengkap.
Informasi yang diperlukan mencakup jenis pajak, masa pajak, dan jumlah setor. Semua data ini harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan pembayaran.
Jika jenis pajak yang dipilih tidak tepat, wajib pajak mungkin harus membuat kode billing baru dan mengulang proses dari awal.
Jenis pajak yang dimaksud bisa berupa PPh, PPN, atau pajak lainnya.
Sementara masa pajak menggambarkan periode yang menjadi objek pembayaran, apakah bulanan, tahunan, atau sesuai ketentuan lainnya.
Jumlah setor juga harus dihitung dengan benar, biasanya berdasarkan dokumen pendukung seperti laporan keuangan, bukti potong, atau perhitungan pajak mandiri.
Dengan menyiapkan semua informasi tersebut terlebih dahulu, proses input di sistem DJP Online akan berjalan lebih cepat dan minim kesalahan.
Setelah semua persiapan tersebut lengkap, wajib pajak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni masuk ke akun DJP Online atau membuka aplikasi perpajakan yang digunakan.
Karena data sudah disiapkan sebelumnya, proses pembuatan kode billing biasanya hanya memerlukan waktu beberapa menit.
Sistem akan memproses permohonan dan menerbitkan kode billing yang dapat langsung digunakan untuk pembayaran melalui bank, ATM, mobile banking, maupun layanan pembayaran lainnya.
Dengan memahami pentingnya persiapan sebelum mencetak kode billing pajak, wajib pajak dapat mencegah kesalahan teknis sekaligus mempercepat proses penyetoran.
Langkah sederhana ini sangat membantu terutama saat menjelang batas waktu pembayaran.
Persiapan yang matang akan memastikan seluruh proses berjalan lancar, efisien, dan bebas stres.***











