Lonjakan Harga Cabai di Sidoarjo, Pemerintah Ambil Langkah Penanganan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 4 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Satgas Pangan melaporkan bahwa harga cabai mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca yang kurang mendukung serta meningkatnya permintaan di pasaran.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Listyaningsih, harga cabai mengalami kenaikan cukup drastis, yakni sebesar Rp 20 ribu per kilogram dalam kurun waktu beberapa hari.

Ia mengungkapkan bahwa di tingkat pedagang eceran, harga cabai kini berkisar antara Rp 115 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram.

Pihaknya juga mengkhawatirkan bahwa tren kenaikan ini masih berpotensi berlanjut apabila tidak segera diatasi.

Satgas Pangan menyoroti dampak dari lonjakan harga ini terhadap perekonomian, terutama dalam kaitannya dengan inflasi.

Baca Juga :  Kota Batu Pasang Target Investasi Rp 1 Triliun pada 2025, Ekonomi Lokal Siap Tumbuh Pesat

Mereka menilai bahwa kenaikan harga cabai dapat mempengaruhi tingkat inflasi dan menambah beban ekonomi bagi masyarakat.

Dampak ini akan terasa lebih berat bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan pangan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis.

Listyaningsih menjelaskan bahwa pemerintah daerah berusaha mengendalikan kenaikan harga cabai dengan melakukan operasi pasar serta mengatur distribusinya.

Langkah ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga dan memastikan pasokan cabai tetap stabil di pasaran.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengevaluasi kebijakan terkait rantai pasok cabai guna memastikan bahwa distribusi dari petani ke pasar berjalan dengan lebih lancar.

Baca Juga :  Kadin Sidoarjo 2024–2029 Fokus Kembangkan SDM dan UMKM Berkualitas Menuju Daya Saing Global

Dengan adanya pengaturan distribusi yang lebih efektif, diharapkan ketersediaan cabai tetap terjaga dan harga dapat kembali ke tingkat yang lebih stabil.

Satgas Pangan menegaskan pentingnya langkah-langkah yang lebih efektif dalam menangani lonjakan harga cabai agar tidak terus membebani masyarakat.

Mereka berharap upaya yang telah dilakukan pemerintah dapat memberikan hasil positif dalam waktu dekat.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi kenaikan harga ini, termasuk dengan mencari alternatif bahan pangan yang lebih terjangkau jika diperlukan.

Dengan sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, diharapkan lonjakan harga cabai dapat segera terkendali sehingga tidak semakin membebani daya beli masyarakat.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap harga cabai bisa kembali stabil dan tidak menjadi pemicu utama inflasi.

Baca Juga :  RPJMD Kabupaten Malang 2025–2029 Fokus Tekan Kemiskinan, Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Langkah-langkah penanganan yang tepat dan cepat sangat diperlukan agar kondisi ini tidak berdampak luas terhadap perekonomian daerah.

Jika situasi terus memburuk, evaluasi lebih lanjut akan dilakukan untuk menemukan solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan di Sidoarjo.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru