5 Masalah Umum yang Sering Menghambat Perkembangan UMKM di Indonesia

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 30 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran vital dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Meski begitu, dalam pelaksanaannya, pelaku UMKM kerap dihadapkan dengan berbagai kendala yang menyulitkan mereka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Berbagai tantangan ini tidak hanya dialami oleh pelaku usaha pemula, tetapi juga oleh UMKM yang telah berjalan cukup lama namun belum mampu naik kelas.

Berikut adalah lima permasalahan yang sering menjadi penghambat utama dalam perkembangan UMKM di Indonesia:

1. Keterbatasan Modal Usaha Masih Jadi Kendala Utama

Salah satu hambatan paling mendasar yang dihadapi UMKM adalah minimnya modal usaha.

Banyak pelaku UMKM yang memulai bisnis dengan dana terbatas dari tabungan pribadi atau pinjaman informal.

Akses terhadap pendanaan formal seperti perbankan atau lembaga keuangan lainnya seringkali terhambat oleh persyaratan administrasi yang rumit atau kurangnya agunan.

Baca Juga :  Mendorong Inovasi Melalui Kewirausahaan: Strategi Menumbuhkan Kreativitas Masyarakat di Era Digital

Kondisi ini membuat banyak UMKM kesulitan untuk melakukan ekspansi usaha, meningkatkan produksi, atau membeli peralatan yang lebih modern.

2. Kurangnya Pengetahuan untuk Mengembangkan Usaha

Sebagian besar pelaku UMKM memulai bisnis berdasarkan keahlian atau kebutuhan ekonomi, namun belum memiliki bekal manajerial yang memadai.

Kurangnya pemahaman mengenai strategi bisnis, pemasaran digital, perencanaan keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia membuat pelaku UMKM kesulitan dalam membesarkan usahanya.

Tanpa arahan dan bimbingan yang tepat, banyak usaha yang stagnan dan sulit bertahan dalam persaingan pasar.

3. Inovasi Produk Masih Minim

Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, inovasi menjadi faktor penting agar produk UMKM tetap diminati.

Baca Juga :  Strategi Cerdas Mengelola Lonjakan Permintaan Musiman untuk UMKM

Namun kenyataannya, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu melakukan inovasi produk secara berkala, baik dari sisi rasa, desain, maupun kemasan.

Produk yang monoton dan tidak mengikuti tren pasar membuat konsumen kehilangan minat. Kurangnya riset pasar dan ide kreatif sering menjadi alasan mengapa inovasi sulit dilakukan.

4. Distribusi Barang Masih Terbatas

Kesulitan dalam mendistribusikan produk juga menjadi tantangan besar, terutama bagi UMKM yang berada di daerah pelosok.

Banyak pelaku usaha yang belum memiliki jaringan distribusi yang luas, sehingga produk mereka hanya dikenal di kalangan lokal.

Selain itu, biaya logistik yang tinggi juga menjadi hambatan dalam mengembangkan pasar ke daerah lain atau bahkan ke luar negeri.

Hal ini membuat pertumbuhan usaha menjadi lambat karena jangkauan pemasaran yang terbatas.

Baca Juga :  Catat Pertanyaan dan Keluhan Pelanggan: Kunci Perbaikan dan Pertumbuhan Bisnis

5. Pengelolaan Keuangan yang Belum Profesional

Masih banyak UMKM yang mengelola keuangannya secara manual atau tidak tercatat dengan baik.

Pembukuan yang bercampur antara keuangan pribadi dan bisnis sering kali menjadi penyebab utama gagalnya pelaku usaha dalam mengetahui kondisi keuangan usaha secara akurat.

Tanpa pembukuan yang rapi dan transparan, pelaku UMKM sulit melakukan evaluasi kinerja usaha, mengelola arus kas, atau memenuhi syarat administratif saat mengajukan pinjaman.

Menghadapi berbagai permasalahan di atas, penting bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan akses informasi yang lebih baik.

Pemerintah dan sektor swasta perlu terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar dapat bersaing dan naik kelas dalam perekonomian nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Keunggulan KUR BRI 2025, Solusi Pembiayaan Fleksibel untuk Pengembangan UMKM
Pendampingan UMKM BRI Jadi Kunci Penguatan Usaha dan Akses KUR Berkelanjutan
Alasan KUR BRI Menjadi Pilihan Utama UMKM untuk Mengembangkan Usaha
Peran Digital Marketing Agency dalam Membangun Authority dan Trust Brand B2B Pada 2026
KUR BRI 2025 untuk UMKM Pemula, Peluang Modal Usaha dengan Bunga Ringan dan Syarat Mudah

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 10:13 WIB

Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap

Wednesday, 31 December 2025 - 08:54 WIB

Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan

Monday, 29 December 2025 - 09:06 WIB

Keunggulan KUR BRI 2025, Solusi Pembiayaan Fleksibel untuk Pengembangan UMKM

Friday, 26 December 2025 - 16:00 WIB

Pendampingan UMKM BRI Jadi Kunci Penguatan Usaha dan Akses KUR Berkelanjutan

Berita Terbaru