Desa Rejomulyo Targetkan Jadi Sentra Pisang Cavendish di Magetan, Dorong Ketahanan Pangan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 3 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Rejomulyo di Magetan genjot budi daya pisang Cavendish sebagai sentra penghasil untuk ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat.

Desa Rejomulyo di Magetan genjot budi daya pisang Cavendish sebagai sentra penghasil untuk ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat.

Pemerintah desa dan masyarakat Desa Rejomulyo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah mengembangkan budidaya pisang Cavendish dengan target menjadikan wilayahnya sebagai salah satu sentra penghasil pisang unggulan di Kabupaten Magetan.

Inisiatif ini bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan warga untuk meningkatkan ketahanan pangan desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Pisang Cavendish dipilih karena permintaannya yang terus meningkat serta prospek pasar yang dinilai cukup baik.

Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, mengatakan bahwa program ini memanfaatkan dana ketahanan pangan desa untuk membeli bibit unggul pisang Cavendish yang kemudian dibagikan kepada warga yang memiliki lahan pekarangan. Dengan langkah ini, desa ingin mendorong masyarakat agar mau menanam tanaman produktif yang memberi nilai tambah ekonomi.

Baca Juga :  Sinergi dengan Petani dan Peternak Lokal: DPKP Jatim Perluas Gerakan Pangan Murah di Ponorogo

Aris menjelaskan bahwa targetnya dalam kurun waktu satu tahun ke depan, Rejomulyo sudah dikenal luas sebagai penghasil pisang Cavendish di Kabupaten Magetan. Harapan tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah setempat untuk memperkuat program ketahanan pangan serta menyediakan buah bergizi untuk konsumsi lokal.

Langkah ini juga didukung oleh program pemerintah daerah yang mendorong orang tua dan keluarga menanam tanaman produktif di pekarangan rumah, termasuk varietas buah seperti pisang Cavendish.

Hal tersebut dinilai dapat meningkatkan pendapatan warga sekaligus menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Program budi daya pisang Cavendish di Rejomulyo menunjukkan bagaimana pertanian buah tropis yang populer di berbagai daerah bisa dijadikan sebagai komoditas unggulan di tingkat desa.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 1446 H, Penjualan Hewan Kurban di Magetan Masih Sepi Pembeli

Seperti di daerah lain di Jawa Timur maupun Indonesia, jenis pisang ini memiliki pasar yang luas karena permintaan konsumen yang terus stabil.

Pengembangan tersebut juga diharapkan menarik perhatian pelaku usaha dan investor untuk melihat potensi pasar pisang Cavendish di Magetan, sehingga bisa memperluas jaringan pemasaran dan membuka peluang kerja sama.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru