Penjualan Kambing Kurban di Surabaya Anjlok hingga 50 Persen, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 6 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah tahun 2025, tren penjualan kambing kurban di Surabaya menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan ini diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen, berdampak langsung pada pelaku usaha hewan kurban lokal.

Heri Wahyudi, salah satu pedagang kambing kurban yang berlokasi di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, menyampaikan bahwa kondisi penjualan menjelang Iduladha tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan dengan tahun 2024.

Hingga satu hari sebelum Hari Raya Kurban, Heri baru berhasil menjual sebanyak 48 ekor kambing, sementara pada waktu yang sama tahun lalu jumlah penjualannya telah mencapai 80 hingga 100 ekor.

Baca Juga :  Fun Walk RRI Surabaya 2025 Meriah, Warga Serbu Pasar Murah dan Bazar UMKM

Menurutnya, lesunya daya beli masyarakat kemungkinan besar disebabkan oleh faktor ekonomi musiman, seperti bertepatan dengan masa pendaftaran sekolah yang membutuhkan biaya besar.

Ia menyebutkan bahwa banyak pelanggan tetap yang biasanya membeli kambing darinya tampak menunda atau bahkan tidak melakukan pembelian sama sekali tahun ini.

Tidak seperti pedagang lain yang membuka lapak di pinggir jalan, Heri lebih memilih menjual kambing langsung dari kandang miliknya.

Ia percaya bahwa metode ini memberi keuntungan dalam menjaga kualitas hewan kurban yang dijual. Kambing-kambing tersebut berasal dari peternak binaan dan bukan dari pasar hewan, sehingga kesehatan serta kondisi fisiknya lebih dapat dipastikan.

Meski terjadi penurunan dalam jumlah penjualan, harga kambing kurban tahun ini relatif stabil.

Baca Juga :  Program Mlijo Cinta Antar Ning Ghyta Raih Penghargaan Puspa Bangsa 2025: Bentuk Nyata Pemberdayaan Perempuan Jember

Untuk harga kambing yang ditawarkan masih berada di harga antara Rp3,5 juta hingga Rp8 juta per ekor.

Mayoritas pelanggan membeli satu hingga tiga ekor kambing untuk kebutuhan ibadah kurban mereka.

Heri menyediakan beberapa jenis kambing, seperti Etawa, Peranakan Etawa (PE), dan Jawa Randu.

Variasi jenis dan ukuran kambing ini disediakan agar konsumen bisa menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Ia menegaskan, walaupun secara kuantitas penjualan berkurang, omzet dari hasil penjualan kambing kurban tetap tergolong tinggi.

Dalam tiga tahun terakhir, omset yang ia raih setiap musim Iduladha berkisar antara Rp300 juta hingga Rp400 juta.

Ia juga mengungkapkan bahwa stabilnya harga kambing menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan pendapatan.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 1446 H Peternak di Sumenep Mulai Siapkan Kambing Kurban

Meski jumlah pembeli turun, tidak ada penurunan harga yang signifikan, sehingga nilai transaksi tetap tinggi per ekor.

Fenomena turunnya penjualan kambing kurban ini tentunya menjadi sorotan tersendiri, khususnya bagi para peternak dan pedagang yang ada di Surabaya.

Diharapkan, dengan dukungan promosi yang lebih luas serta inovasi dalam pemasaran, tren penurunan ini tidak berlanjut pada tahun-tahun mendatang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru