Harga Tomat Melonjak Drastis di Ponorogo, Pedagang dan Konsumen Menjerit

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 23 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kenaikan harga tomat di Ponorogo yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat para pedagang dan konsumen di Pasar Legi kelimpungan.

Untuk harga tomat per Senin (23/6/2025), melonjak drastis dari sebelumnya fi harga Rp5.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sepanjang bulan Juni dan menimbulkan dampak signifikan, terutama bagi pelaku usaha makanan.

Efi Anggraini, seorang pedagang tomat di Pasar Legi Ponorogo, mengungkapkan bahwa lonjakan harga tersebut sudah mulai terasa sejak empat hari lalu.

Menurutnya, penyebab utama kenaikan harga tomat adalah faktor cuaca buruk yang berdampak pada kualitas buah.

Akibatnya, banyak buah yang busuk atau tidak layak jual, sehingga pasokan ke pasar menurun drastis.

Baca Juga :  Wabup Ponorogo Tinjau Ketersediaan Pangan di Pasar Legi Jelang Idul Fitri

Selain kondisi cuaca, ia juga menyebut bahwa aksi demonstrasi di beberapa wilayah turut memperparah distribusi logistik.

Akibatnya, stok tomat dari daerah pemasok seperti Magetan, Nganjuk, dan sekitarnya menjadi terbatas dan tidak mencukupi permintaan pasar.

“Biasanya pelanggan membeli satu kilogram tomat, tapi sekarang hanya dapat tiga buah seharga Rp5.000. Mereka banyak yang mengeluh karena harga naik sampai Rp28.000 per kilogram,” jelas Efi.

Ia menambahkan bahwa tomat ukuran kecil yang dijual seharga Rp25.000 per kilogram kini menjadi pilihan alternatif bagi sebagian pelanggan, terutama pelaku usaha kuliner.

Kalangan usaha kecil seperti penjual penyetan sangat terdampak oleh lonjakan harga ini.

Banyak dari mereka yang terpaksa membeli tomat dengan kualitas lebih rendah atau dalam jumlah terbatas demi menghemat biaya produksi.

Baca Juga :  DKPP Kota Malang Perkuat Pengawasan Pangan dari Hulu ke Hilir untuk Lindungi Konsumen

Namun demikian, permintaan tomat sebagai bahan dasar sambal tetap tinggi.

Salah satu pelaku usaha warung makan, Sumiati, mengaku harus tetap membeli tomat meski harganya naik tajam.

Ia mengatakan bahwa dalam kondisi normal, ia membeli satu kilogram tomat setiap hari. Namun kali ini, ia hanya mampu membeli setengah kilogram untuk kebutuhan warungnya.

“Sekarang tomat harganya mahal, Rp28.000 per kilogram. Meski begitu, saya tetap beli karena sambal harus tetap ada. Kalau sambalnya dikurangi, nanti pelanggan bisa kabur,” kata Sumiati.

Ia memilih tidak mengurangi porsi sambal meskipun biaya produksinya meningkat, karena menjaga kepuasan pelanggan menjadi prioritas.

Kenaikan harga tomat ini juga menjadi perhatian konsumen rumah tangga, yang terpaksa menyesuaikan pembelian mereka.

Baca Juga :  Siapkan Lulusan SMA/SMK Bersertifikasi Nasional, Disnaker Ponorogo Buka 13 Paket Pelatihan Kerja

Tak sedikit dari mereka yang berharap harga bisa segera stabil agar tidak terlalu membebani pengeluaran harian.

Fenomena melonjaknya harga tomat ini menjadi bukti betapa rentannya pasokan pangan terhadap kondisi cuaca dan gangguan distribusi.

Pedagang dan pelaku usaha berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, termasuk memperlancar distribusi logistik dari sentra produksi ke pasar tradisional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Berita Terbaru