Batik Sari Warni Madiun: Melestarikan Kearifan Lokal Lewat Kain Bernilai Seni

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni sekaligus filosofi mendalam.

Di berbagai daerah, kain batik hadir dengan corak dan keunikan masing-masing.

Kabupaten Madiun menjadi salah satu wilayah yang ikut berkontribusi dalam mengembangkan batik lokal, baik dari sisi motif maupun proses pembuatannya.

Salah satu pusat batik yang cukup dikenal di Madiun adalah Sanggar Batik Sari Warni, yang berlokasi di Balerejo, Kecamatan Kebonsari.

Tempat ini tidak hanya menjadi rumah produksi, tetapi juga wadah pembelajaran bagi masyarakat yang ingin menekuni dunia batik.

Ketua Paguyuban Pembatik Kabupaten Madiun, Siti Suwarni, adalah sosok di balik berdirinya Batik Sari Warni.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Didorong Percepat Operasionalisasi, Satgas Bahas Kendala dan Solusi di Madiun

Ia mengisahkan bahwa ketertarikannya pada batik sudah dimulai sejak tahun 2010 saat bergabung dengan Sanggar Prodomas.

Dari tempat itulah ia belajar teknik dasar membatik sekaligus mengajak ibu-ibu sekitar untuk ikut berlatih.

Setelah tiga tahun mendalami batik, Suwarni akhirnya mendirikan Sanggar Batik Sari Warni pada tahun 2013.

Kini sanggar tersebut telah memiliki sekitar 20 anggota yang aktif berkarya, menciptakan beragam motif dengan ciri khas lokal Madiun.

Menurut Suwarni, proses pembuatan batik membutuhkan ketelatenan.

Untuk menghasilkan satu lembar kain batik ukuran 115 cm x 200 cm dengan motif sederhana, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai tiga hingga empat hari.

Durasi ini tentu lebih lama jika motif yang dikerjakan lebih rumit dan detail.

Baca Juga :  Sampang Tegaskan: BUMDes Wajib Aktif Jika Ingin Cairkan Dana Desa 2025

Motif yang dikembangkan di Sanggar Batik Sari Warni terinspirasi dari kearifan lokal Kabupaten Madiun. Beberapa di antaranya adalah:

Motif Porang Manco, yang terinspirasi dari tanaman porang sebagai komoditas unggulan daerah.

Motif Kampung Pesilat, melambangkan identitas Madiun sebagai Kota Pendekar.

Motif Tugu Sewulan, yang mengangkat salah satu ikon sejarah dan budaya di wilayah tersebut.

Dalam hal pemasaran, Batik Sari Warni tidak hanya mengandalkan penjualan secara offline melalui sanggar dan pameran, tetapi juga aktif memanfaatkan jalur online.

Produk batik dari sanggar ini dipromosikan melalui media sosial dan platform digital, sehingga dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Selain itu, karya-karya batik dari Sari Warni juga dipamerkan di galeri UMKM, Mal Pelayanan Publik, hingga koperasi daerah.

Baca Juga :  Gapoktan Harapan Makmur Imbau Petani Pastikan Kualitas Gabah Sebelum Disalurkan ke Gudang Bulog

Keikutsertaan dalam berbagai pameran turut membantu memperkenalkan batik khas Madiun ke masyarakat luar daerah.

Bagi Suwarni, membatik bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga upaya melestarikan budaya.

Ia berharap batik khas Madiun dapat semakin dikenal, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Melalui sanggar yang dipimpinnya, ia berkomitmen menjadikan batik sebagai media pemberdayaan perempuan dan penggerak ekonomi lokal.

Dengan berkembangnya Batik Sari Warni, Kabupaten Madiun memiliki potensi besar untuk terus meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil batik bernilai seni tinggi.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar
Alasan Nama Dicoret dari Daftar Penerima PKD DKI Jakarta, Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Terkait

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 10:13 WIB

Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap

Berita Terbaru