Gapoktan Harapan Makmur Imbau Petani Pastikan Kualitas Gabah Sebelum Disalurkan ke Gudang Bulog

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 21 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Makmur, Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri,

mengingatkan seluruh petani untuk memperhatikan kualitas gabah sebelum dikirim ke gudang pengeringan mitra Perum Bulog dalam rangka program Serap Gabah Petani (Sergap).

Salah satu hal penting yang harus ditekankan adalah kadar air dalam kandungan gabah yang tidak boleh melebihi batas maksimal 28%.

Sodikin, selaku Ketua Gapoktan Harapan Makmur, menyampaikan bahwa petani harus memastikan bahwa gabah yang akan dikirim memenuhi syarat standar mutu, khususnya kadar air yang sesuai ketentuan.

Ia menuturkan bahwa setiap sak gabah akan diperiksa di gudang pengeringan. Jika kadar air terlalu tinggi, maka gabah berisiko ditolak dan harus dibawa kembali.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Turun di Kediri, Dampak Liburnya Serapan Industri dan Pengiriman ke Kalimantan

Oleh karena itu, para petani diimbau untuk tidak memaksakan pengiriman jika gabah masih dalam kondisi basah.

Sodikin juga menjelaskan bahwa proses pendaftaran untuk mengikuti program serap gabah oleh Perum Bulog dapat dilakukan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri yang tersebar di setiap kecamatan.

Ia menyebut bahwa teknis pendaftarannya cukup sederhana, yakni dengan menghubungi PPL setempat untuk menentukan jadwal panen dan penyaluran.

Program serap gabah ini mendapat sambutan positif dari para petani karena memberikan jaminan harga jual yang stabil.

Dengan patokam Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, petani merasa lebih tenang dalam menjual hasil panennya.

Salah satu petani, Bandi dari Kelompok Tani Jawi, menyatakan bahwa dirinya tengah mencoba mengikuti program ini dan mengapresiasi kemudahan prosesnya.

Baca Juga :  Meski Daya Beli Turun, Harga Cabai di Kediri Tetap Stabil: Ini Rinciannya

Ia menyebut bahwa pendaftaran dilakukan tiga hari sebelum panen, dan satu hari sebelum pengiriman, petani akan mendapatkan informasi mengenai gudang tujuan dari PPL.

Namun demikian, Sodikin menambahkan bahwa hingga saat ini pembiayaan untuk tenaga angkut dan transportasi gabah ke gudang pengeringan masih menjadi tanggungan petani.

Meski begitu, setelah gabah diterima di gudang mitra Bulog, pemerintah akan memberikan penggantian biaya sekitar dua persen dari total hasil pengiriman.

Adapun pembayaran dari Perum Bulog kepada petani biasanya dilakukan dalam waktu sekitar dua hari setelah gabah dikirim.

Sodikin juga memberikan saran kepada petani, khususnya yang menanam padi ambuk atau rebah, agar tidak menggunakan mesin panen jenis combi.

Baca Juga :  Budidaya Jamur Tiram di Desa Deketkulon: Strategi Inovatif Mendukung Ketahanan Pangan

Ia menilai bahwa mesin tersebut hanya cocok untuk tanaman padi yang masih berdiri tegak.

Untuk padi yang rebah, sebaiknya dilakukan pemanenan secara manual dengan sabit, agar hasil panen tidak terlalu banyak yang rusak dan potensi kerugian bisa ditekan.

Imbauan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para petani agar hasil panen mereka dapat terserap dengan baik dan memberikan keuntungan maksimal.

Dengan kerjasama antara petani, Gapoktan, PPL, dan Bulog, program serap gabah ini diharapkan terus berlanjut sebagai salah satu langkah nyata mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kediri.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB