Pemkot Madiun Dorong Produktivitas Pertanian dengan Dukungan Penuh untuk Petani

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Meskipun memiliki keterbatasan lahan pertanian, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus mendorong para petani agar tetap produktif.

Fokus utama diarahkan pada sektor pertanian padi yang diharapkan dapat dipanen hingga tiga kali dalam satu tahun.

Langkah ini sejalan dengan visi Pemkot untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Totok Sugiharto, menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Menurutnya, Wali Kota Madiun telah menginstruksikan agar seluruh kebutuhan petani harus terpenuhi, baik dari sisi sarana produksi maupun dukungan teknis.

Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan antara lain pemberian pupuk gratis, penyediaan mesin pompa air (Sibel) untuk mengatasi kendala irigasi, hingga distribusi benih padi unggul.

Baca Juga :  Ibas Dorong Petani Tebu Madiun Wujudkan Swasembada Gula Nasional 2027

Bantuan ini, kata Totok, diberikan sebagai bentuk stimulus agar petani tidak terbebani biaya produksi dan mampu meningkatkan hasil panen.

Salah satu bentuk dukungan nyata dari Pemkot adalah penyediaan enam unit mesin pompa air atau Sibel.

Alat ini diharapkan dapat membantu petani dalam menghadapi musim kemarau, ketika pasokan air sering kali berkurang.

Dengan adanya Sibel, lahan sawah tetap bisa terairi secara optimal sehingga tidak mengganggu produktivitas pertanian.

Totok menegaskan bahwa bantuan ini diberikan bukan hanya untuk mengurangi beban petani, tetapi juga sebagai upaya strategis agar hasil panen tetap maksimal meskipun dalam kondisi cuaca yang menantang.

Data terbaru mencatat bahwa luas baku tanam di Kota Madiun mencapai sekitar 884 hektar, dengan lebih dari 600 hektar di antaranya digunakan untuk menanam padi.

Baca Juga :  Lapas Kelas I Madiun Gencarkan Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Warga Binaan dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hingga bulan Agustus 2025, sebanyak 300 hektar lahan sudah berhasil dipanen. Angka ini menunjukkan tren positif yang diharapkan terus meningkat melalui dukungan berkelanjutan.

Totok menyampaikan optimismenya bahwa target panen tiga kali setahun dapat tercapai.

Keyakinan ini didasarkan pada kolaborasi erat antara pemerintah dan petani, serta adanya monitoring dan evaluasi rutin yang dilakukan pihak DKPP.

Menurutnya, komunikasi aktif dengan petani menjadi kunci penting dalam menjaga keberhasilan program.

Setiap keluhan, kebutuhan, maupun aspirasi petani selalu menjadi bahan diskusi agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Dengan strategi bantuan pupuk, benih, serta teknologi perairan yang memadai, Pemkot Madiun menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan hasil panen padi.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perlindungan Pekerja Non-Formal di Bangkalan

Tidak hanya berorientasi pada kuantitas, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi pertanian di wilayah tersebut.

Totok menutup penjelasannya dengan optimisme bahwa kerja sama antara pemerintah dan petani akan membawa hasil signifikan.

“Insyaallah, dengan upaya bersama ini, panen padi tiga kali setahun bisa terwujud. Kami akan terus berkoordinasi dan mendukung petani agar produktivitas mereka meningkat,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Kenapa Pembaruan Data Jadi Kunci Utama Pengajuan KUR BRI yang Lancar

Berita Terkait

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Wednesday, 31 December 2025 - 10:38 WIB

Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan

Berita Terbaru