Arcofest 2025 Dorong Kopi Malang Tembus Pasar Ekspor Dunia, Mesir Jadi Tujuan Utama Kedua Setelah AS

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 30 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Ajang Arcofest 2025 kembali menjadi momentum penting bagi pengembangan industri kopi nasional, khususnya di wilayah Malang Raya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Malang tersebut, potensi kopi lokal kembali dibahas sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Dedi Prasetyo, menuturkan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi penting dalam perdagangan kopi global.

Menurutnya, fakta menarik muncul ketika data ekspor terbaru menunjukkan bahwa Mesir menjadi pasar ekspor kopi terbesar kedua bagi Indonesia setelah Amerika Serikat.

Temuan ini menjadi bukti bahwa minat terhadap kopi asal Indonesia semakin meluas di kawasan Timur Tengah.

Dedi menyampaikan, dirinya sempat terkejut ketika mengetahui besarnya permintaan kopi dari Mesir.

Baca Juga :  Kabupaten Malang Gencarkan Sosialisasi Sertifikasi dan Pengawasan Residu Pangan

Negara tersebut ternyata menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat, disusul oleh Malaysia, India, dan Italia yang menjadi tiga negara tujuan ekspor terbesar berikutnya.

Selain memaparkan negara tujuan ekspor utama, Dedi juga menjelaskan mengenai jenis kopi yang paling diminati pasar internasional.

Ia mengatakan bahwa kopi Robusta masih mendominasi dari sisi volume ekspor karena area perkebunannya yang luas di Indonesia.

Namun, dari sisi harga jual, kopi Arabica tetap unggul karena kualitas dan cita rasanya yang lebih tinggi.

“Jika dilihat dari nilai ekonomi, Robusta memang lebih banyak jumlahnya, tetapi Arabica memberikan nilai tambah lebih besar per kilogram,” ujar Dedi menjelaskan kepada para peserta festival.

Melalui penyelenggaraan Arcofest 2025, Bank Indonesia Malang berupaya memperkuat keterkaitan antara petani, pelaku industri, dan pelaku usaha kreatif di sektor kopi.

Baca Juga :  Syarat Ibu Hamil Penerima PKH Tahap 4 Tahun 2025, Cek Kriterianya Sebelum Pencairan

Menurut Dedi, penting bagi semua pihak untuk memahami bahwa rantai nilai kopi tidak berhenti di kebun, tetapi berlanjut hingga ke tingkat pemrosesan, distribusi, hingga menjadi minuman siap saji di kedai dan restoran.

Ia menekankan bahwa penguatan rantai nilai atau value chain dari hulu ke hilir menjadi kunci agar petani dan pelaku usaha mikro mendapatkan keuntungan yang lebih berkelanjutan.

Dengan demikian, kopi tidak hanya dipandang sebagai produk konsumsi semata, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi rakyat dan warisan budaya lokal yang memiliki nilai tinggi.

Dedi berharap, melalui Arcofest 2025, masyarakat dapat melihat kopi sebagai komoditas yang menyatukan aspek ekonomi, budaya, dan gaya hidup secara seimbang.

Baca Juga :  Menteri Trenggono Resmikan Kampung Nelayan di Malang, Dorong Produktivitas Pesisir

“Kopi bukan hanya sekadar tren minuman modern, melainkan bagian dari ekonomi rakyat yang memiliki potensi ekspor luar biasa,” jelasnya.

Bank Indonesia Malang juga mendorong pelaku usaha kopi untuk memperkuat branding dan sertifikasi produk agar mampu bersaing di pasar global.

Selain itu, dukungan terhadap pembuatan pakan organik bagi tanaman kopi dan penerapan standar mutu internasional terus dikembangkan agar produk asal Malang semakin kompetitif.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, BI Malang optimistis bahwa Malang Raya dapat menjadi pusat ekosistem kopi yang kuat di tingkat nasional, sekaligus pemain penting dalam pasar ekspor dunia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru