Batik Motif Lele Lamongan Dapat Apresiasi dari Dekranas, Simbol Kreativitas dan Identitas Daerah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 7 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kekayaan budaya Lamongan kembali mencuri perhatian nasional melalui keindahan batik khas bermotif ikan lele, ikon daerah yang selama ini dikenal sebagai “Kota Lele”.

Ketua Bidang Wirausaha Baru Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Metty Herindra, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pengrajin lokal setelah melihat langsung hasil karya mereka di Kabupaten Lamongan pada Selasa (7/10/2025).

Metty menilai bahwa batik dengan motif lele memiliki nilai artistik yang tinggi karena berhasil mengangkat unsur kearifan lokal dalam wujud seni tekstil.

Ia mengaku kagum terhadap kemampuan pengrajin Lamongan yang dapat menjadikan sosok ikan lele—yang identik dengan warna hitam—sebagai inspirasi motif batik yang anggun dan bernilai estetik.

Menurutnya, hasil karya tersebut merupakan bukti nyata bahwa para pengrajin di daerah memiliki daya cipta luar biasa dalam memadukan tradisi dan inovasi.

Baca Juga :  Cara Mudah Mengecek PKH dan BPNT Lewat Aplikasi Cek Bansos, Alternatif Praktis Selain Website

Dalam kunjungannya, Metty juga menegaskan bahwa Dekranas memiliki komitmen kuat untuk menjaga keberlangsungan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus mengajak masyarakat agar semakin mencintai dan menggunakan batik tulis maupun batik cap, bukan hanya batik hasil cetak mesin (printing).

Metty menilai bahwa batik tulis dan batik cap memiliki nilai seni yang lebih tinggi karena dikerjakan secara manual dengan ketelatenan dan keuletan tangan para pengrajin.

Menurutnya, membeli batik tulis berarti ikut menghargai perjuangan dan keterampilan pengrajin yang berkontribusi menjaga identitas budaya Indonesia.

Sebagai Ketua Bidang Wirausaha Baru, Metty juga menjelaskan bahwa Dekranas terus mendorong lahirnya wirausaha muda kreatif di berbagai daerah.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Operator dan Field Chemical PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Lamongan Tahun 2025

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, pihaknya berupaya mencetak generasi baru pelaku usaha di sektor wastra dan batik.

Ia menuturkan bahwa program ini telah berjalan di sejumlah daerah seperti Bojonegoro, Jepara, dan Lamongan, dengan tujuan memperkuat industri kreatif lokal agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Menurut Metty, potensi batik Lamongan sangat besar untuk dikembangkan, terutama karena memiliki ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain.

Keunikan motif lele menjadi daya tarik tersendiri yang bisa diangkat ke tingkat nasional bahkan internasional.

Melihat pesona dan keunikan batik Lamongan, Metty juga berencana menjadikan motif lele sebagai desain seragam resmi bagi pengurus Dekranas, khususnya di bidang wirausaha baru.

Ia menilai bahwa motif ini bukan hanya indah dan menarik, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang menggambarkan ketekunan serta semangat masyarakat Lamongan.

Baca Juga :  Strategi Cerdas Penjual Hewan Kurban di Lamongan: Gratis Ongkir hingga Jaminan Kesehatan Hewan

Rencana tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Dekranas terhadap produk lokal sekaligus cara memperkenalkan karya pengrajin Lamongan ke skala yang lebih luas.

Melalui apresiasi ini, Metty berharap agar batik Lamongan terus berkembang dan semakin dikenal di kancah nasional.

Ia menilai bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku industri kreatif, batik khas Lamongan memiliki peluang besar untuk menjadi produk unggulan Jawa Timur bahkan Indonesia.

Metty juga berharap masyarakat semakin mencintai batik sebagai bagian dari identitas bangsa.

Menurutnya, setiap lembar batik bukan sekadar kain, tetapi juga cerita tentang ketekunan, budaya, dan kebanggaan terhadap karya anak negeri.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru