Hari Pangan Sedunia 2025: Petani Jombang Desak Pemerintah Perkuat Ketahanan dan Kesejahteraan Pangan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 15 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Momentum Hari Pangan Sedunia 2025, yang diperingati setiap 16 Oktober, menjadi refleksi penting bagi kondisi ketahanan pangan di Indonesia.

Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Jombang, Jawa Timur, isu tentang kemandirian dan kesejahteraan petani kembali mencuat ke permukaan.

Para pelaku sektor pertanian menilai bahwa komitmen pemerintah dalam mencapai swasembada pangan masih perlu diperkuat dengan kebijakan yang benar-benar berpihak pada petani kecil.

Yusuf, seorang petani asal Kecamatan Diwek, mengungkapkan bahwa kondisi petani saat ini masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar.

Menurutnya, swasembada pangan akan sulit dicapai jika kebutuhan pokok petani tidak terpenuhi secara merata.

Ia menilai bahwa persoalan klasik seperti kelangkaan pupuk bersubsidi dan fluktuasi harga gabah masih menjadi hambatan utama bagi para petani di lapangan.

Baca Juga :  Bansos Oktober–November 2025: Pemerintah Siapkan Rp6,5 Triliun untuk Beras dan Minyak Goreng

Yusuf menuturkan bahwa harga hasil panen kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

Dalam kondisi seperti ini, ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menekankan bahwa kebijakan yang berpihak pada petani harus mencakup ketersediaan sarana produksi, jaminan harga yang stabil, serta kemudahan akses terhadap bantuan permodalan.

Di sisi lain, Winarko — seorang aktivis buruh asal Jombang — turut menyoroti bahwa permasalahan kesejahteraan petani masih menjadi akar ketimpangan dalam sistem pangan nasional.

Menurutnya, petani seharusnya mendapatkan jaminan ekonomi dan sosial yang lebih kuat, mengingat mereka merupakan tulang punggung dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Baca Juga :  Banser Lamongan Didorong Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah harus berfokus pada stabilisasi harga hasil pertanian, perluasan akses lahan, serta kemudahan memperoleh modal usaha tani.

Dengan langkah-langkah tersebut, kesejahteraan petani dapat meningkat, sekaligus memperkuat pondasi bagi terwujudnya swasembada pangan yang berkeadilan.

Lebih lanjut, Winarko menekankan bahwa swasembada pangan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai pencapaian angka produksi yang tinggi.

Ia menilai bahwa kemandirian pangan sejati adalah ketika petani hidup sejahtera, mampu mengelola sumber daya alamnya dengan berkelanjutan, dan tidak lagi bergantung pada impor bahan pangan dari luar negeri.

Peringatan Hari Pangan Sedunia di tahun 2025 ini dianggap sebagai waktu yang tepat bagi pemerintah untuk mengevaluasi arah kebijakan pangan nasional.

Baca Juga :  Jombang Pertahankan Zero Case PMK 2025 dengan Vaksinasi Hampir 100 Persen

Baik petani maupun aktivis mengharapkan agar kebijakan yang dibuat tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar pelaku utama sektor pertanian.

Dengan memperhatikan kesejahteraan petani secara serius, diharapkan Indonesia dapat memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat daerah.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa kesejahteraan petani sebagai garda terdepan produksi pangan nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Friday, 6 March 2026 - 11:40 WIB

Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terbaru