BPJS Kesehatan Gandeng Enam Negara untuk Perkuat Sistem Anti-Fraud JKN

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 11 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pesatnya peningkatan jumlah peserta dan tingginya pemanfaatan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendorong BPJS Kesehatan untuk memperkuat sistem pengawasan agar layanan tetap berkualitas dan manfaat program benar-benar diterima oleh peserta.

Dalam rangka memperkuat integritas tersebut, BPJS Kesehatan menggandeng enam negara dalam sebuah kerja sama internasional yang difokuskan pada pengembangan mekanisme pencegahan dan penanggulangan kecurangan di sektor kesehatan.

Kolaborasi ini terwujud melalui penyelenggaraan The First Indonesian Healthcare Anti Fraud Forum (INAHAFF) Conference 2025, yang dilakukan bersama ACFE Indonesian Chapter dan Steering Committee INAHAFF.

Dalam kegiatan yang digelar pada Rabu (10/12/2025) tersebut, enam negara ikut terlibat, yaitu Mesir, China, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Yunani.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Syarat Ganti Faskes BPJS Secara Online agar Pengajuan Berhasil

Keterlibatan negara-negara tersebut menjadi bukti bahwa isu fraud dalam layanan kesehatan merupakan tantangan global yang membutuhkan sinergi lintas negara untuk menemukan solusi yang komprehensif.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan terus memperkuat tata kelola dan pengawasan layanan seiring dengan berkembangnya program JKN.

Ia mengungkapkan bahwa sistem anti-kecurangan yang dikembangkan BPJS Kesehatan kini tidak hanya mengandalkan pengawasan manual, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital.

Transformasi digital tersebut mencakup pengembangan analitik berbasis big data dan artificial intelligence (AI) yang mampu membaca pola-pola anomali sehingga indikasi kecurangan dapat dideteksi lebih cepat.

Ghufron menilai bahwa di tengah era digitalisasi, laju pertukaran data kesehatan yang semakin masif menuntut adanya sistem pengawasan yang lebih kuat dan responsif.

Baca Juga :  Soto Branggahan, Kuliner Legendaris Kediri yang Terjangkau dan Cocok untuk Semua Waktu

Oleh sebab itu, penguatan sistem anti-fraud dipandang perlu menjadi gerakan nasional melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem jaminan kesehatan.

Ia menekankan bahwa dengan pengawasan komprehensif, layanan JKN dapat berjalan lebih transparan dan terpercaya.

Menurutnya, kerja sama internasional yang terjalin melalui INAHAFF 2025 bertujuan untuk membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara dalam penanganan kecurangan di bidang kesehatan.

Melalui forum tersebut, berbagai strategi, inovasi teknologi, serta praktik terbaik dari negara lain dapat diadaptasi untuk memperkuat sistem jaminan kesehatan di Indonesia.

BPJS Kesehatan memandang bahwa keberlanjutan program JKN tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga pada integritas seluruh proses di dalamnya.

Baca Juga :  Pastikan Kualitas Beras Aman TPID Ponorogo Imbau Masyarakat Diminta Tidak Panik

Dengan melibatkan berbagai negara, diharapkan terbentuk kolaborasi berkelanjutan yang dapat membantu meningkatkan kapasitas pengawasan di tingkat nasional.

Upaya ini dianggap menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem jaminan kesehatan yang lebih aman, akuntabel, dan berkualitas.

Melalui konferensi INAHAFF 2025, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya dalam mendorong sistem kesehatan yang lebih bersih dari praktik-praktik kecurangan.

Kolaborasi dengan enam negara tersebut diharapkan memperkuat fondasi JKN agar mampu memberikan layanan yang efektif serta menjamin perlindungan kesehatan yang lebih optimal bagi seluruh masyarakat Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur
YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar
Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan
KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula
Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir
Ponpes Sunandrajat: Pondok Pesantren Unggulan untuk Pendidikan Islam Berkelanjutan
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan

Berita Terkait

Friday, 16 January 2026 - 15:51 WIB

PERHATIKAN! Beberapa Kesalahan Fatal Saat Daftar SSCASN yang Wajib Dihindari Agar tidak Gagal Saat Mendaftar Jangan Sampai Gugur

Tuesday, 6 January 2026 - 19:22 WIB

YukBelajar.com: Platform Video Pembelajaran dan Marketplace Edukasi untuk Kreator dan Pembelajar

Wednesday, 31 December 2025 - 16:00 WIB

Manfaat KUR BRI untuk UMKM: Akses Modal Murah dan Pendampingan Usaha Berkelanjutan

Wednesday, 31 December 2025 - 14:00 WIB

KUR Super Mikro BNI: Solusi Pembiayaan Ringan untuk Usaha Kecil Pemula

Wednesday, 31 December 2025 - 12:00 WIB

Rincian Gaji Pokok CPNS Berdasarkan Golongan dan Pendidikan Terakhir

Berita Terbaru