Kolaborasi UNAIR dengan ITS di Forum ASEAN BCG Network 2025, Perkuat Inovasi Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 15 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi mengajak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk berperan aktif dalam forum bergengsi tingkat ASEAN bertajuk ASEAN Network on Bio-Circular-Green Economy (ASEAN BCG Network) Meeting.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 14 Juni 2025, bertempat di Gedung Rektorat ITS Surabaya.

Forum strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor riset dan pendidikan tinggi yang berasal dari 13 negara anggota ASEAN serta Jepang sebagai mitra dialog.

Fokus utama dalam pertemuan ini adalah penguatan kerja sama regional di bidang riset dan inovasi berkelanjutan yang mengusung konsep bio economy, circular economy, dan green economy.

Wakil Rektor III ITS, Imam Baihaqi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa partisipasi ITS dalam forum ini merupakan langkah penting dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat dampak riset di tingkat global.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Pahlawan Ekonomi Desa di Sampang

Ia menekankan bahwa ITS memiliki komitmen tinggi untuk terus mengembangkan penelitian dalam sektor green manufacturing, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular.

Menurut Imam, keikutsertaan ITS dalam ASEAN BCG Network tahun ini menjadi tonggak awal bagi kampus teknologi ini untuk aktif berkontribusi dalam memperluas jaringan inovasi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Ia juga menyoroti bahwa agenda forum ini sangat relevan dengan tantangan global saat ini, khususnya terkait keberlanjutan lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan generasi mendatang.

Oleh karena itu, ITS menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai pondasi dalam pengembangan inovasi dan teknologi masa depan.

Baca Juga :  Koperasi Konsumen: Solusi Cerdas untuk Kebutuhan Sehari-hari

Bisa dikatakan bahwa Forum ASEAN BCG Network 2025 ini menjadi suatu wadah diskusi lintas negara yang dihadiri oleh perwakilan beberapa lembaga riset nasional dan universitas ternama di bidang teknologi dan sains terapan.

Selain Indonesia sebagai tuan rumah, negara-negara lain yang turut hadir di antaranya Malaysia, Thailand, dan Filipina. Jepang juga berpartisipasi sebagai mitra utama dalam penguatan kolaborasi riset lintas kawasan.

Para delegasi yang hadir mewakili institusi yang fokus pada pengembangan inovasi ramah lingkungan dan solusi teknologi untuk menjawab isu-isu global seperti perubahan iklim, efisiensi sumber daya alam, dan pengelolaan limbah.

Kolaborasi antara UNAIR dan ITS ini menjadi contoh sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam memperkuat peran Indonesia di tingkat regional, khususnya dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :  BRI Region 13 Malang Gelar Jumat Berkah, Salurkan Sembako untuk Pekerja Informal

Kegiatan ini juga mendukung misi pemerintah Indonesia dalam mempercepat transformasi ekonomi hijau dan memperkuat posisi negara sebagai pusat inovasi ramah lingkungan di kawasan ASEAN.

Dengan langkah strategis ini, ITS dan UNAIR membuktikan komitmen nyata dalam menghadirkan solusi inovatif demi menciptakan masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing global.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru