UMKMJATIM.COM – Pengecekan status Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kini dapat dilakukan secara mandiri hanya dengan bermodalkan ponsel dan koneksi internet.
Banyak peserta bantuan sosial yang memerlukan panduan sederhana agar proses pengecekan berjalan lancar dan data yang ditampilkan akurat.
Oleh karena itu, langkah-langkah pengecekan biasanya disampaikan secara berurutan agar memudahkan siapa pun yang ingin memastikan apakah namanya tercantum sebagai penerima bantuan.
Proses pengecekan biasanya diawali dengan membuka aplikasi browser di perangkat seluler.
Peserta diarahkan mengakses laman resmi milik Kementerian Sosial melalui alamat cekbansos.kemensos.go.id.
Situs tersebut disediakan pemerintah sebagai satu-satunya portal yang memuat data resmi penerima bantuan sosial, sehingga penggunaan situs lain tidak dianjurkan demi keamanan data pribadi.
Setelah situs berhasil diakses, pengguna akan melihat formulir yang berisi beberapa kolom wajib.
Kolom pertama adalah data wilayah tempat peserta terdaftar.
Pada bagian ini, peserta diminta memilih Provinsi, Kabupaten atau Kota, Kecamatan, serta Desa atau Kelurahan.
Pemilihan wilayah ini perlu menyesuaikan dengan informasi yang tertera pada KTP agar sistem dapat menemukan data yang benar.
Selain data wilayah, peserta kemudian diminta memasukkan nama lengkap. Penginputan nama dianjurkan dilakukan dengan teliti, mengikuti ejaan yang tercantum pada identitas resmi.
Kesalahan satu huruf saja dapat menyebabkan sistem tidak dapat menemukan data yang sesuai.
Oleh karena itu, peserta biasanya diminta memeriksa kembali nama yang diketik sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Untuk menjaga keamanan serta mencegah penyalahgunaan data, sistem akan menampilkan kode verifikasi atau captcha.
Peserta perlu memasukkan kode tersebut ke dalam kolom yang disediakan.
Kode ini memastikan bahwa proses pencarian dilakukan oleh manusia, bukan oleh sistem otomatis yang berpotensi mengakses data secara tidak sah.
Setelah semua data dimasukkan, peserta dapat menekan tombol “CARI DATA”.
Proses ini akan menghubungkan input peserta dengan database Kemensos.
Dalam hitungan detik, hasil pengecekan biasanya akan muncul pada layar. Informasi yang ditampilkan meliputi status apakah peserta terdaftar sebagai penerima BPNT atau tidak.
Jika status yang ditampilkan adalah “Ya”, berarti peserta termasuk dalam daftar penerima bantuan pada periode tertentu.
Sebaliknya, jika tertulis “Tidak”, berarti nama peserta belum tercatat sebagai penerima untuk periode tersebut.
Selain informasi penerimaan, sistem juga menampilkan periode penyaluran bantuan.
Data ini membantu peserta mengetahui kapan bantuan dapat diambil atau cair.
Karena data penerima dapat berubah di setiap periode, peserta dianjurkan untuk melakukan pengecekan secara berkala.
Dengan memantau status secara rutin, peserta bisa memastikan apakah terjadi perubahan pada data bantuan miliknya.
Proses ini dibuat sederhana agar seluruh masyarakat dapat mengakses informasi bantuan tanpa perlu datang ke kantor kelurahan atau dinas sosial.
Selama data yang dimasukkan sesuai dengan KTP, pengecekan akan menghasilkan informasi yang akurat.
Melalui sistem daring ini, pemerintah berharap agar masyarakat dapat memperoleh kepastian terkait bantuan sosial secara lebih cepat, mudah, dan transparan.***











