Indonesia mencatat tonggak penting dalam pengembangan industri ramah lingkungan dengan ekspor perdana produk solar glass dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik ke pasar India.
Produk kaca khusus untuk panel surya ini menjadi simbol nyata hilirisasi manufaktur energi terbarukan serta kebangkitan industri hijau Tanah Air.
Kegiatan ekspor ini merupakan salah satu upaya strategis untuk mendorong ketahanan dan kemandirian energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi terbarukan global.
Solar glass sendiri adalah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan panel surya, komponen penting di era transisi energi bersih.
Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Nurhamin, menyampaikan bahwa langkah ekspor ini membuktikan bahwa KEK Gresik semakin siap menjadi pusat produksi dan hilirisasi bahan baku industri berbasis teknologi bersih. Ia mengatakan,
“Langkah ekspor ini menunjukkan kemampuan industri kita untuk bersaing di level internasional, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Indonesia bergerak menuju era industri hijau yang berkelanjutan.”
Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan dapat menarik minat investor, memperluas akses pasar ekspor, dan membuka lebih banyak peluang kerja di sektor manufaktur teknologi tinggi dan ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa ekspor solar glass ini merupakan kabar baik yang tidak hanya untuk masyarakat Gresik, tetapi juga bagi perekonomian Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan.
Ia menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri nasional dan memperluas kerja sama internasional.
“Ini adalah bukti bahwa industri hijau Indonesia makin dipercaya di kancah global, dan potensi kita untuk berkembang masih sangat besar.”
Ekspor ini sekaligus menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen komponen energi bersih yang kompetitif di pasar global, terutama di kawasan Asia.
Produk solar glass dari KEK Gresik diyakini memiliki potensi besar setelah menembus India, salah satu negara berkembang dengan permintaan tinggi terhadap energi terbarukan.











