Harga Cabai di Kediri Stabil, Cabai Rawit Tetap Paling Mahal Capai Rp59.000 per Kilogram

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 9 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Harga berbagai jenis cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri terpantau masih stabil hingga awal Juli 2025.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri pada Selasa (8/7/2025), cabai rawit tetap menjadi komoditas dengan harga tertinggi.

Cabai Rawit Merah (CRM) untuk varietas Ori 212 dan Brengos 99 menjadi yang paling mahal, dengan harga Rp59.000 per kilogram.

Sementara varietas Asmoro 043 berada sedikit di bawahnya dengan harga Rp58.000 per kilogram.

Dua varietas lain, yaitu Kamelia dan Prentol/Tumi 99, masing-masing dipasarkan dengan harga Rp56.000 dan Rp50.000 per kilogram.

Dalam hal ini Suyono, selaku Ketua APCI Kabupaten Kediri, mengatakan bahwa tren harga cabai saat ini relatif stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit di Jatim Naik Lagi, Penyerapan Lokal Jadi Pemicu

Ia menyebut stabilitas ini tak lepas dari adanya penyerapan pasokan cabai untuk konsumsi lokal di berbagai wilayah Jawa Timur, yang membantu menjaga keseimbangan suplai dan permintaan.

Sementara itu, harga Cabai Merah Besar (CMB) juga terpantau cukup bervariasi.

Untuk varietas Gada MK dijual di kisaran Rp24.000 per kilogram.

Adapun varietas Imola sedikit lebih murah, yakni Rp22.000 per kilogram, sedangkan varietas Sandi 08 menjadi yang termurah untuk kategori cabai merah besar, dengan harga Rp20.000 per kilogram.

Sementara untuk Cabai Merah Keriting (CMK), dua varietas utama yakni Boos Tavi dan Sibad, masing-masing dibanderol seharga Rp21.000 dan Rp20.000 per kilogram.

Cabai merah keriting umumnya menjadi pilihan utama rumah tangga dan usaha kuliner karena aromanya yang khas dan tingkat kepedasan sedang.

Baca Juga :  Stabilitas Harga Cabai di Pasar Induk Pare Kediri di Tengah Peningkatan Pasokan

Selain harga, laporan APCI juga merinci alur distribusi cabai dari Kabupaten Kediri menuju berbagai daerah lain.

Untuk pasokan Cabai Merah Besar, pengiriman ke wilayah Jabodetabek mencapai volume 2 ton. Sementara Cabai Merah Keriting dikirim sebanyak 1 ton dan Cabai Rawit Merah sekitar 1,5 ton.

Penyerapan cabai oleh sektor industri juga terbilang signifikan.

Data menyebutkan industri makanan di Jawa Timur menyerap Cabai Merah Besar sebanyak 5 ton, sedangkan Cabai Rawit Merah sebanyak 3 ton.

Namun, pengiriman pasokan cabai ke wilayah Kalimantan tercatat libur pada periode distribusi kali ini.

Untuk asal pasokan, Cabai Rawit Merah sebagian besar berasal dari wilayah Kediri dan Malang dengan total pasokan mencapai 14 ton.

Baca Juga :  Link Resmi Antrian KJP Pasar Jaya 2025: Hindari Penipuan, Daftar Hanya Lewat Situs Ini

Adapun Cabai Merah Besar juga dipasok dari Kediri dan Malang sebanyak 10 ton, sementara Cabai Merah Keriting yang beredar di pasar sebagian besar dipasok dari Kabupaten Kediri sendiri dengan volume 2 ton.

APCI menilai ketersediaan pasokan yang memadai menjadi faktor kunci stabilnya harga cabai di pasaran.

Selain itu, pola serapan konsumen di wilayah Jawa Timur dinilai ikut mengurangi potensi fluktuasi harga yang sering kali terjadi pada musim tertentu.

Dengan kondisi harga yang relatif stabil, petani cabai di Kediri diharapkan tetap memperoleh keuntungan yang layak, sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan cabai segar untuk kebutuhan pasar lokal maupun luar daerah.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru