Industri Libur, Harga Cabai Anjlok di Pasar Induk Pare Kediri

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 26 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Harga komoditas cabai di wilayah Kabupaten Kediri mengalami penurunan signifikan pada Jumat (25/7/2025), berdasarkan laporan dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI).

Turunnya harga ini dipicu oleh menurunnya serapan dari sektor industri yang tengah libur, meskipun jumlah pasokan tetap stabil di Pasar Induk Pare.

Suyono, Ketua APCI Kabupaten Kediri, mengungkapkan bahwa meskipun distribusi dari petani ke pasar tidak mengalami perubahan berarti, permintaan dari sektor industri menurun drastis.

Hal ini menjadi faktor utama yang menyebabkan harga cabai merosot di tingkat pasar.

“Pasokan cabai tetap stabil, namun karena industri sedang libur, permintaan menurun sehingga harga ikut turun,” jelas Suyono.

Harga Cabai Rawit Merah (CRM) dari beberapa varietas tercatat mengalami penurunan cukup tajam.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Merah Turun, Serapan Pasar Jabodetabek Mulai Normal

Varietas Ori 212 dan Brengos 99, yang sebelumnya dijual Rp35.000 per kilogram, kini hanya Rp29.000, turun sebesar Rp6.000.

Untuk varietas Asmoro 043 juga turun dari Rp33.000 menjadi Rp27.000 per kilogram.

Sementara Kamelia menurun Rp5.000 menjadi Rp27.000, dan Prentol/Tumi 99 mengalami koreksi harga dari Rp27.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Untuk varietas Cabai Merah Besar (CMB) mengalami penurunan lebih moderat. Varietas Gada MK saat ini dihargai Rp25.000 per kilogram, Imola Rp23.000, dan Sandi 08 turun menjadi Rp22.000 per kilogram.

Sementara itu untuk Cabai Merah Keriting (CMK), varietas Boos Tavi kini dijual dengan harga Rp20.000 dan Sibad di angka Rp18.000 per kilogram.

Penurunan harga ini terjadi di tengah volume pasokan yang tetap tinggi dari berbagai daerah sentra produksi.

Baca Juga :  Bantuan Beras 10 Kg dan Minyakita 2 Liter Cair Oktober–November 2025: Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Ringankan Beban Rakyat

Untuk CRM, pasokan lokal berasal dari Kediri, Malang, dan beberapa daerah di Jawa Tengah dengan total mencapai 20 ton.

Sementara itu, pasokan CMB datang dari Kediri, Malang, Probolinggo, dan Lumajang sebanyak 10 ton, sedangkan CMK didatangkan dari wilayah Kediri dengan total 2 ton.

Distribusi ke luar daerah juga masih berjalan. Pengiriman ke wilayah Jabodetabek mencakup 0,7 ton CMK dan 1,5 ton CRM.

Untuk pengiriman ke Kalimantan sendiri, cabai yang dikirim meliputi 0,5 ton CMB, 0,4 ton CMK, dan 3 ton CRM.

Meskipun mengalami penurunan harga, para petani masih berharap harga bisa kembali stabil dalam waktu dekat, khususnya setelah sektor industri kembali aktif beroperasi.

Baca Juga :  Pasokan Melimpah, Harga Cabai di Kediri Alami Penurunan Signifikan

Penurunan ini tentu menjadi perhatian, mengingat biaya produksi cabai tidaklah murah dan sangat bergantung pada cuaca serta permintaan pasar.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru