Program SPHP Jagung Bulog Bantu Peternak Ayam Ponorogo Tekan Biaya Pakan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 11 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Para peternak unggas di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tengah bernafas lega setelah pemerintah melalui Perum Bulog kembali menyalurkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas jagung.

Bantuan jagung bersubsidi ini dinilai sebagai angin segar bagi para peternak ayam petelur yang selama ini menghadapi fluktuasi harga pakan di pasaran.

Dengan adanya program ini, para peternak mendapatkan kesempatan untuk membeli jagung pakan dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus membantu menjaga stabilitas harga telur ayam di tingkat konsumen.

Salah satu peternak ayam petelur asal Ponorogo, Eny Kustianingsih, menyampaikan bahwa program SPHP jagung memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha ternak.

Ia menilai, bantuan tersebut hadir pada waktu yang tepat karena harga jagung di pasaran sedang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Baca Juga :  Dispaperta Sidoarjo Alokasikan Rp 966 Juta untuk Pengadaan Bibit Padi dan Jagung

Berdasarkan pantauan terbaru, harga jagung di pasaran mencapai Rp6.300 per kilogram, sedangkan melalui program SPHP, peternak hanya perlu membayar Rp5.500 per kilogram.

Namun, Eny juga mengungkapkan bahwa belum semua peternak di wilayah Ponorogo mendapatkan akses terhadap program tersebut.

Menurutnya, sebagian peternak masih menunggu giliran agar bisa memperoleh jatah jagung subsidi di periode berikutnya.

Ia berharap pemerintah dapat memperluas cakupan penerima program agar lebih banyak peternak dapat merasakan manfaatnya.

Selain itu, ia juga menilai masih ada keraguan di kalangan peternak karena harga jagung bersifat fluktuatif.

Jika sewaktu-waktu harga pasar turun di bawah harga subsidi, sebagian peternak khawatir akan rugi dalam pengambilan jatah SPHP tersebut.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah di Tuban: Bakorwil II Bojonegoro Dorong Stabilitas Harga dan Ekonomi Lokal Menjelang Nataru

Pihak Bulog Kantor Cabang Ponorogo menjelaskan bahwa program SPHP jagung dijalankan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk meringankan beban peternak.

Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menyampaikan bahwa harga jual jagung untuk program ini dipatok maksimal Rp5.500 per kilogram,

dan distribusinya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing peternak.

Bulog memastikan bahwa hanya peternak yang sudah terdaftar di sistem resmi yang berhak membeli jagung SPHP.

Pendataan ini dilakukan untuk menjamin agar penyaluran tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Dalam mekanisme penyalurannya, setiap peternak akan memperoleh jatah SPHP jagung berdasarkan jumlah ayam yang dimiliki.

Sebagai gambaran, peternak dengan 1.000 ekor ayam petelur akan menerima jatah sekitar 1,8 ton jagung.

Baca Juga :  Waspada Penipuan Digital: Kenali Ciri-Ciri Hoaks Pembiayaan KUR BSI agar Tidak Tertipu

Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan selama satu bulan.

Program ini menjadi bentuk konkret upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pakan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan beban biaya produksi yang lebih ringan, peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanpa harus menaikkan harga jual telur di pasaran.

Kehadiran SPHP jagung tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, tetapi juga ikut memperkuat perekonomian daerah.

Harga pakan yang lebih terjangkau membuat rantai produksi berjalan stabil dan mendorong daya beli masyarakat tetap terjaga.

Dengan demikian, program ini menjadi salah satu solusi efektif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan peternak dan kestabilan harga pangan di tingkat nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru