Jawa Timur Jadi Tuan Rumah FESyar 2025: Dorong Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Syariah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Provinsi Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2025.

Acara pembukaan berlangsung pada Jumat (12/9/2025) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung membuka kegiatan tersebut.

Mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Regional”,

FESyar tahun ini diharapkan menjadi wadah besar untuk memperkuat ekosistem halal sekaligus mendorong transformasi digital berbasis nilai syariah.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa FESyar tidak hanya dipandang sebagai kegiatan tahunan, tetapi lebih dari itu, merupakan sebuah gerakan sosial-ekonomi lintas sektor.

Ia menyebutkan bahwa momentum ini harus menjadi pendorong lahirnya stabilitas ekonomi regional sekaligus akselerasi digitalisasi keuangan syariah.

Baca Juga :  Remote Working: Dampaknya terhadap Model Bisnis Tradisional

Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta jiwa, di mana 97,28 persen di antaranya beragama Islam, potensi ekonomi syariah di Jawa Timur dinilai sangat besar.

Kondisi demografis ini menjadi salah satu alasan mengapa provinsi tersebut dipercaya kembali menggelar ajang prestisius tersebut.

Khofifah menyoroti berbagai infrastruktur yang menopang berkembangnya ekonomi syariah di Jawa Timur.

Di antaranya adalah keberadaan lebih dari 7.300 pondok pesantren, dengan 4.400 pesantren telah memiliki rekening syariah.

Selain itu, Jawa Timur mencatatkan 460 ribu sertifikasi halal yang mencakup lebih dari 1 juta produk.

Salah satu kekuatan terbesar Jawa Timur dalam sektor ini adalah kehadiran Kawasan Industri Halal (KIH) di Sidoarjo.

Baca Juga :  Distribusi BBM di Jember Kembali Normal, Masyarakat Diminta Hindari Panic Buying

Kawasan tersebut menjadi yang pertama dan terbesar di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Jatim sebagai pusat industri halal nasional.

Meski potensi dan infrastruktur mendukung sangat kuat, Gubernur Khofifah juga mengingatkan adanya pekerjaan rumah besar, yakni meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah.

Berdasarkan data, inklusi keuangan syariah nasional saat ini baru mencapai 13,41%, sementara literasi keuangannya berada di angka 43,42%.

Angka tersebut menunjukkan masih luasnya ruang pengembangan yang bisa dimaksimalkan agar keuangan syariah dapat diakses secara merata oleh masyarakat.

Dengan kombinasi demografi muslim yang besar, dukungan pesantren, banyaknya produk bersertifikat halal, serta keberadaan KIH Sidoarjo,

Jawa Timur memiliki modal kuat untuk memimpin pengembangan industri halal di Indonesia.

Baca Juga :  Koin Emas vs eGold: Mana Investasi Emas yang Cocok untuk Gaya Hidup Anda?

Melalui gelaran FESyar 2025, provinsi ini semakin memantapkan perannya sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah nasional sekaligus berkontribusi dalam memperkuat transformasi ekonomi berbasis syariah di tingkat regional maupun nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru