Inflasi Kota Madiun September 2025 Capai 0,03 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Daging Ayam dan Cabai

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 4 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kota Madiun kembali mencatat inflasi pada bulan September 2025, dengan angka mencapai 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan non-pangan menjadi pendorong utama terjadinya inflasi tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Abdul Azis, menyampaikan bahwa inflasi bulanan ini menunjukkan adanya pergerakan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

Menurutnya, meskipun angka inflasi tergolong rendah, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena mencerminkan dinamika harga di tingkat konsumen.

“Secara bulanan, inflasi Kota Madiun pada September 2025 terhadap Agustus 2025 tercatat sebesar 0,03 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, inflasi kalender dari Januari hingga September 2025 mencapai 1,43 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 2,37 persen dibandingkan September 2024.

Berdasarkan laporan BPS, kenaikan inflasi bulanan disebabkan oleh meningkatnya harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan inflasi sebesar 0,67 persen dan memberikan andil 0,03 persen terhadap total inflasi.

Baca Juga :  Cara Cek Penerima BLTS Susulan Pos Indonesia Online dengan Mudah dan Resmi

Sementara itu, kelompok pendidikan juga turut menyumbang inflasi sebesar 0,40 persen, dengan andil 0,02 persen.

Kenaikan ini berkaitan dengan tarif akademi atau perguruan tinggi yang mengalami peningkatan sekitar 1,25 persen.

Azis menjelaskan bahwa beberapa komoditas utama penyumbang inflasi pada September 2025 di antaranya adalah:

Daging ayam ras yang mengalami inflasi 10,82 persen, dengan andil 0,13 persen.

Cabai rawit yang naik 7,22 persen, dengan andil 0,2 persen.

Emas perhiasan yang meningkat 5,38 persen, berkontribusi 0,03 persen.
Selain itu, komoditas lain seperti cabai merah dan apel juga mengalami kenaikan harga yang ikut mendorong inflasi di Kota Madiun.

Meski sejumlah harga mengalami kenaikan, ada pula beberapa komoditas yang justru membantu menekan laju inflasi di bulan yang sama.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Madiun Panen Jagung di Lahan 4.200 m²

Bawang merah, misalnya, mengalami penurunan harga signifikan hingga 24,83 persen, sehingga memberikan sumbangan inflasi negatif sebesar -0,15 persen.

Begitu pula dengan tomat, yang harganya turun 27,14 persen dan berkontribusi pada inflasi negatif sebesar -0,03 persen.

Penurunan ini menjadi faktor penyeimbang terhadap lonjakan harga pada komoditas lain.

Azis juga menyebut bahwa inflasi tahun ke tahun (YoY) pada September 2025 masih lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pada September 2023, inflasi tercatat 2,16 persen, sementara pada September 2024 sebesar 1,22 persen.

Dengan demikian, angka inflasi 2025 dinilai masih dalam batas aman dan terkendali.

Namun, ia tetap mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga, terutama pada komoditas pangan strategis menjelang akhir tahun.

Baca Juga :  Pasar Murah Jatim 2025: Strategi Pemprov untuk Ringankan Beban Keluarga dan Perkuat UMKM

“Perubahan harga pada komoditas utama seperti daging ayam, cabai, dan emas perlu diantisipasi. Koordinasi lintas sektor sangat penting agar stabilitas harga tetap terjaga,” tegasnya.

Secara keseluruhan, inflasi Kota Madiun pada September 2025 mencerminkan kondisi ekonomi yang relatif stabil dengan kenaikan harga pada komoditas tertentu.

Meskipun terjadi peningkatan harga bahan pangan, penurunan pada beberapa komoditas lain seperti bawang merah dan tomat berhasil menahan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi.

Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar kebijakan pengendalian inflasi daerah dapat terus diperkuat, terutama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru