Bondowoso Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Usai Pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU)

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 14 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso tengah menghadapi tantangan baru setelah adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp60 miliar.

Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi agar tidak berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Hotel Grand Padis, Senin (13/10/2025).

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi dan pengawasan pasar guna memastikan harga bahan pokok tetap stabil.

Menurutnya, langkah pengendalian inflasi tidak hanya difokuskan pada aspek harga, tetapi juga mencakup upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah penurunan anggaran daerah.

Baca Juga :  Permintaan Beras Organik Meningkat, Petani Bondowoso Kewalahan Penuhi Pasar Nasional

Selain fokus pada kebijakan fiskal dan stabilitas harga, Bupati Abdul Hamid juga menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat Bondowoso.

Program tersebut, menurutnya, bukan hanya mendukung kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menggerakkan rantai pasokan pangan lokal seperti petani, peternak, dan pelaku UMKM di sektor kuliner.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, membenarkan bahwa dana yang mengalami pengurangan adalah DAU (Dana Alokasi Umum).

Namun, ia menyebut bahwa belum ada rincian resmi terkait jenis DAU yang dikurangi—apakah termasuk DAU Irmak atau non-Irmak.

Ia menyebut, pemotongan senilai Rp60 miliar itu mendorong pemerintah daerah melakukan efisiensi di berbagai sektor belanja operasional, seperti biaya air, listrik, telepon, hingga perjalanan dinas.

Baca Juga :  FESyar SAMARA 2025 Bondowoso: Bukti Nyata Sinergi Ekonomi Syariah untuk Pertumbuhan Daerah

Dalam perencanaan baru tersebut, perbaikan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama karena dinilai memiliki multiplier effect yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, program yang berkaitan dengan visi dan misi bupati serta wakil bupati akan tetap dijalankan secara bertahap.

Meski menghadapi tekanan fiskal, tingkat inflasi Bondowoso masih berada pada posisi moderat di angka 0,66 persen.

Namun, Sekda menegaskan bahwa kondisi tersebut harus terus dijaga agar tidak meningkat akibat berkurangnya aliran dana di masyarakat.

Pemerintah daerah pun telah menyiapkan empat strategi utama pengendalian inflasi, yaitu:

Menjaga keterjangkauan harga, terutama bahan pangan pokok.

Menjamin ketersediaan pasokan melalui kerja sama lintas daerah.

Memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa.

Baca Juga :  BRI Dorong UMKM Malang Naik Kelas Lewat Rumah Kreatif BUMN

Meningkatkan komunikasi efektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Pemkab Bondowoso menunjukkan sikap tanggap dalam menghadapi pemotongan anggaran sebesar Rp60 miliar dengan memperkuat koordinasi lintas sektor dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Melalui program-program seperti Makan Bergizi Gratis, pemerintah daerah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, inflasi terkendali, dan pembangunan prioritas tetap berjalan sesuai visi daerah.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru