Dari Hobi Jadi Cuan: Kisah Nana, Pengrajin Muda Bojonegoro yang Sukses Berkat Kreativitas dan Komunitas

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kreativitas dan ketekunan menjadi kunci kesuksesan bagi Fajrina, atau yang akrab disapa Nana, seorang perempuan muda asal Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Awalnya, ia hanya menyalurkan hobi membuat kerajinan tangan di waktu luang. Namun kini, hobi tersebut berhasil ia ubah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan dan terus berkembang.

Nana merupakan salah satu anggota aktif Young Entrepreneur Bojonegoro (YEB), komunitas binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro yang berfokus membina wirausahawan muda.

Melalui wadah ini, Nana mendapatkan banyak ilmu, pengalaman, dan kesempatan untuk memasarkan produknya ke khalayak yang lebih luas.

Perjalanan usahanya berawal secara sederhana.

Nana pernah membeli tas polos hanya untuk sekadar menghiasnya dengan aksesori buatan tangan.

Baca Juga :  Bisnis Sepi? 7 Hal Penting yang Wajib Anda Evaluasi Agar Penjualan Naik Lagi

Dari hasil iseng itu, muncul ide untuk menjual tas dengan ornamen unik dan personal.

Ternyata, hasil kreasinya menarik perhatian banyak orang, terutama kalangan muda yang menyukai produk dengan sentuhan khas dan tidak pasaran.

Sejak April 2025, bisnis kecil tersebut berkembang pesat. Dengan dukungan media sosial, Nana mulai rutin mengunggah hasil karyanya di berbagai platform digital.

Respon positif berdatangan, bahkan ia mulai menerima banyak pesanan custom dari pelanggan yang menginginkan desain khusus sesuai selera.

Menurut Nana, keikutsertaannya dalam komunitas YEB menjadi titik penting dalam perjalanan wirausahanya.

Melalui komunitas itu, ia mendapat berbagai pelatihan, bimbingan, dan kesempatan mengikuti pameran produk lokal.

“Bergabung di YEB membuat saya semakin percaya diri dan bisa belajar dari pengalaman teman-teman lain,” ujarnya dalam wawancara, Rabu (5/11/2025).

Baca Juga :  Pemkab Ponorogo Alokasikan Rp58 Miliar untuk THR ASN, Pencairan Dimulai Pekan Depan

Produk yang dihasilkan Nana dibuat dari bahan sederhana seperti tali makrame, pita, serta manik-manik warna-warni.

Semua dirangkai dengan detail dan ketelitian tinggi. Harga produknya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp30.000 per item.

Dalam sepekan, ia mampu menjual puluhan produk dengan permintaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Selain berjualan, Nana juga aktif mempromosikan hasil kreasinya melalui pameran yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Ia menilai bahwa dukungan Pemkab Bojonegoro, khususnya melalui Dinpora, sangat membantu pengembangan usaha kecil yang digerakkan anak muda.

“Kami sering mendapat pelatihan dan kesempatan ikut pameran. Itu sangat membantu kami dalam praktik dan memperluas jejaring bisnis,” tuturnya dengan semangat.

Baca Juga :  Ayam Lodho Khas Tulungagung: Kuliner Legendaris dengan Cita Rasa Kaya Rempah

Lebih dari sekadar mencari keuntungan, Nana memiliki misi sosial untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan muda Bojonegoro.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani memulai usaha dan tidak takut gagal.

“Saya ingin anak muda di Bojonegoro punya semangat untuk berkreasi, karena peluang bisa datang dari hal yang kita sukai,” ungkapnya.

Melalui ketekunan, kreativitas, dan dukungan lingkungan positif, Nana kini menjadi contoh nyata bahwa hobi jika digarap dengan serius bisa menjadi peluang ekonomi yang menginspirasi.

Dari tangan kreatifnya, ia bukan hanya menciptakan produk bernilai, tetapi juga membuka jalan bagi semangat wirausaha lokal yang terus tumbuh di Bojonegoro.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru