Tren Batu Akik Kembali Menguat: Hobi Kolektor Bangkit dan Jadi Budaya Baru

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Dunia hobi di Indonesia kembali hidup dengan munculnya gelombang baru antusiasme terhadap batu akik.

Setelah sempat meredup selama beberapa tahun, minat terhadap batu alam tersebut kini tampak kembali menguat.

Para penggemar lama maupun pendatang baru mulai aktif berburu berbagai jenis batu untuk menambah koleksi mereka.

Kebangkitan ini memunculkan suasana yang mengingatkan pada masa kejayaan batu akik, namun dengan tren yang lebih sehat dan stabil.

Komunitas pecinta batu akik juga kembali memperlihatkan aktivitas yang dinamis.

Mereka mengadakan berbagai kegiatan seperti lelang daring, pameran mini, hingga pertemuan rutin untuk saling memamerkan koleksi terbaru.

Beberapa jenis batu yang menjadi favorit saat ini antara lain Bacan Doko yang terkenal dengan warna hijaunya yang mendalam, Red Baron dengan rona merah menyala, Lavender yang bergradasi lembut, serta Solar Aceh dengan ciri khas kilau cahaya dalam batunya.

Baca Juga :  Antusiasme Warga Ponorogo dalam Penukaran Uang Baru Jelang Idul Fitri

Setiap jenis batu kini kembali diburu karena masing-masing dianggap memiliki daya tarik alami yang unik.

Para kolektor menyebut bahwa yang membuat hobi ini begitu mengasyikkan bukan hanya nilai estetika batunya, tetapi juga pengalaman saat mencarinya.

Salah satu kolektor muda, Rahmadi, menjelaskan bahwa proses berburu batu memberikan sensasi tersendiri.

Ia mengatakan bahwa setiap batu memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak ada satu pun batu yang benar-benar identik.

Keunikan inilah yang membuat batu akik memiliki daya tarik mendalam dan menjadi benda seni yang istimewa bagi para pecintanya.

Tidak hanya komunitas yang merasakan dampak kebangkitan tren ini, tetapi para pedagang batu akik juga melihat perubahan positif.

Penjualan cincin, liontin, serta batu mentah mengalami peningkatan, terutama pada akhir pekan ketika banyak hobiis meluangkan waktu untuk datang ke pasar batu.

Baca Juga :  Tarif Iuran BPJS Kesehatan 2025: Rincian Lengkap dan Subsidi Pemerintah untuk Peserta Mandiri

Mereka tidak hanya datang untuk bertransaksi, tetapi juga untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, hingga menggosok batu bersama-sama.

Suasana kebersamaan ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang merasa nyaman berada dalam komunitas batu akik.

Fenomena ini juga memberikan dampak positif bagi usaha kecil yang bergerak di bidang pendukung hobi tersebut.

Layanan seperti jasa finishing batu, pengrajin ring perak, hingga pembuat kotak display untuk kolektor mengalami peningkatan permintaan.

Meskipun tidak sebooming masa kejayaan batu akik beberapa tahun lalu, tren saat ini dianggap lebih sehat karena kebanyakan pembeli adalah penggemar sejati, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

Hal ini membuat perputaran ekonomi kecil di sektor ini menjadi lebih stabil dan berkelanjutan.

Sejumlah pengamat hobi menilai bahwa bangkitnya kembali batu akik bukan sekadar tren musiman.

Mereka memprediksi bahwa hobi ini akan bertahan lebih lama karena telah berkembang menjadi bagian dari budaya dan seni masyarakat.

Baca Juga :  Forum UMKM Ekspor: Langkah Kota Batu Dorong Produk Lokal ke Pasar Global

Dengan semakin aktifnya komunitas, ditambah dengan munculnya generasi baru kolektor, batu akik tidak lagi dipandang sebagai barang tren semata, melainkan sebagai ekspresi seni dan kecintaan terhadap keindahan alam.

Kebangkitan ini juga dianggap sebagai momentum penting bagi pelestarian kerajinan tradisional yang terkait dengan batu akik, mulai dari teknik penggosokan hingga seni merangkai perhiasan.

Jika tren ini terus berkembang dengan pola yang stabil, batu akik bukan hanya menjadi hobi yang mendatangkan kesenangan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara kolektor, pedagang, pengrajin, dan komunitas yang terus aktif, tren batu akik diperkirakan akan terus bertahan dalam jangka panjang.

Hobi ini kini kembali menemukan tempatnya sebagai bagian dari budaya, seni, dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang mencintai keindahan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026
Jelang Lebaran, Bapanas Sidak ke Pasar Legi Ponorogo: Harga Bapokting Terpantau Stabil
Desa Rejomulyo Targetkan Jadi Sentra Pisang Cavendish di Magetan, Dorong Ketahanan Pangan
THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen

Berita Terkait

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Wednesday, 4 March 2026 - 12:24 WIB

Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon

Wednesday, 4 March 2026 - 12:18 WIB

Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh

Wednesday, 4 March 2026 - 12:12 WIB

Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terbaru