KPPU Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Nataru 2025 di Jawa Timur

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 8 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, tekanan harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah Jawa Timur kembali meningkat.

Situasi ini mendorong Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memperkuat pengawasan pasar.

Kenaikan harga bahan pangan pada momentum hari besar seperti Nataru memang menjadi pola tahunan yang sering menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Karena itu, KPPU memastikan langkah antisipasi dilakukan lebih cepat dan lebih ketat.

Sebagai lembaga negara independen yang berlandaskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, KPPU memiliki mandat untuk menjaga iklim usaha yang sehat, bebas dari praktik monopoli, kartel, hingga penimbunan komoditas.

Melalui kewenangan tersebut, KPPU dapat menerima laporan masyarakat, melakukan investigasi di lapangan, memanggil pelaku usaha untuk dimintai keterangan, memeriksa dokumen transaksi, hingga menetapkan apakah praktik pelanggaran terjadi atau tidak.

Baca Juga :  Kapolres Lamongan dan Disperindag Sidak Pasar Sidoharjo untuk Pastikan Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

Peran ini menjadi sangat penting terutama ketika situasi pasar menunjukkan gejala kenaikan harga yang dianggap tidak wajar.

Plt. Kepala Kantor Wilayah IV KPPU, Romi Pradana Aryo, menjelaskan bahwa melonjaknya harga sejumlah bahan pangan saat ini tidak hanya dipicu oleh permintaan musiman, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem.

Ia menyebutkan bahwa produksi berbagai komoditas hortikultura terganggu, sehingga pasokan ke pasar menurun cukup signifikan.

Komoditas seperti cabai rawit, sayuran, hingga buah-buahan menunjukkan penurunan hasil panen, mengakibatkan ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

Menurut Romi, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen sebagian.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Cabai Rawit Capai Rp70 Ribu per Kilogram di Pasar Induk Pare

Ketika produksi menurun sementara permintaan terus meningkat, kondisi tersebut membuka peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi, termasuk dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

Karena itu, pengawasan KPPU difokuskan pada potensi praktik penimbunan atau pengaturan harga oleh kelompok pelaku usaha tertentu.

Dalam dialog interaktif Pro1 RRI Surabaya pada Senin (8/12/2025), Romi menegaskan bahwa KPPU tidak hanya memantau harga dari sisi konsumen, tetapi juga melakukan evaluasi pada rantai distribusi.

Hal ini bertujuan memastikan tidak ada pihak yang mencoba mengatur pasokan untuk menciptakan kelangkaan semu.

KPPU juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas perdagangan, hingga otoritas pertanian untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait kondisi pasokan dan distribusi pangan.

Baca Juga :  Rincian Gaji Pensiunan PNS 2025: Besaran Berdasarkan Golongan dan Ketentuan Pembayaran Terbaru

Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar atau adanya penimbunan di tingkat pedagang.

Laporan tersebut akan membantu KPPU dalam mempercepat langkah investigasi serta menindak pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan persaingan usaha.

Dengan pengawasan yang diperketat, KPPU berharap stabilitas harga dapat terjaga dan masyarakat tidak terbebani akibat lonjakan harga yang tidak wajar menjelang perayaan Nataru.

Langkah ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan keadilan bagi seluruh pelaku usaha maupun konsumen.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru