Pelaku Usaha Menengah: Kriteria dan Contoh dalam Dunia Bisnis

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 9 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Usaha menengah merupakan bagian dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki skala bisnis lebih besar dibandingkan usaha mikro dan kecil.

Pelaku usaha menengah biasanya telah memiliki struktur organisasi yang lebih kompleks, jumlah karyawan yang lebih banyak, serta cakupan pasar yang lebih luas.

Meskipun belum mencapai tingkat korporasi besar, usaha menengah memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan menciptakan lapangan kerja,

meningkatkan produksi barang dan jasa, serta memperkuat daya saing industri lokal.

Suatu bisnis dapat dikategorikan sebagai usaha menengah apabila memenuhi beberapa kriteria tertentu.

Salah satu indikator utama yang digunakan adalah jumlah modal usaha yang dimiliki.

Berdasarkan standar yang berlaku, pelaku usaha menengah harus memiliki total aset usaha yang berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar, dengan pengecualian terhadap nilai tanah serta bangunan tempat usaha.

Jumlah modal ini menunjukkan bahwa usaha menengah telah memiliki kapasitas finansial yang lebih kuat dibandingkan usaha kecil,

sehingga memungkinkan mereka untuk berinvestasi dalam teknologi, tenaga kerja, serta strategi pemasaran yang lebih luas.

Selain modal usaha, besaran omzet tahunan juga menjadi faktor yang menentukan apakah suatu bisnis termasuk dalam kategori usaha menengah.

Baca Juga :  Peran Strategis UMKM dalam Menggerakkan Perekonomian Nasional

Pendapatan yang diperoleh oleh usaha dalam kategori ini berada dalam kisaran Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar per tahun.

Besaran omzet tersebut mencerminkan bahwa usaha menengah telah memiliki pasar yang lebih luas dan mampu bersaing dengan bisnis lain dalam industri yang sama.

Namun, meskipun memiliki omzet yang lebih tinggi dibandingkan usaha kecil, pelaku usaha menengah tetap menghadapi tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan, terutama dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan besar.

Dari segi kepemilikan, usaha menengah dapat dimiliki oleh individu maupun badan hukum.

Struktur kepemilikan ini mencerminkan bahwa usaha menengah memiliki sistem manajemen yang lebih profesional dibandingkan usaha kecil.

Banyak usaha menengah yang telah berbadan hukum, seperti perseroan terbatas (PT), yang memungkinkan mereka untuk memperoleh pendanaan dari perbankan atau investor dengan lebih mudah.

Dengan adanya sistem manajemen yang lebih terstruktur, usaha menengah juga lebih mampu dalam mengelola risiko bisnis serta memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak.

Dalam praktiknya, usaha menengah mencakup berbagai jenis bisnis yang beroperasi di berbagai sektor industri.

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas, Dinas Koperasi Sidoarjo Siapkan Program Prioritas

Salah satu contoh yang umum ditemukan adalah pabrik kecil, yang berfungsi sebagai produsen dalam berbagai bidang industri, seperti makanan dan minuman, tekstil, serta manufaktur produk konsumen lainnya.

Pabrik dalam kategori usaha menengah umumnya telah memiliki kapasitas produksi yang lebih besar dibandingkan usaha kecil, dengan penggunaan mesin dan teknologi yang lebih modern untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas produk.

Selain sektor manufaktur, usaha menengah juga sering ditemukan dalam bidang distribusi.

Sebagai distributor, bisnis dalam kategori ini berperan sebagai perantara antara produsen dan pengecer, memastikan bahwa produk dapat tersalurkan dengan baik ke pasar.

Perusahaan distribusi dalam skala menengah biasanya memiliki jaringan yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional, sehingga mereka dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperluas pangsa pasar mereka.

Jenis usaha menengah lainnya yang juga berkembang pesat adalah perusahaan jasa dengan skala yang lebih besar.

Berbeda dengan usaha kecil yang biasanya hanya beroperasi dalam satu lokasi, perusahaan jasa dalam kategori menengah sering kali memiliki beberapa cabang dan melayani lebih banyak pelanggan.

Baca Juga :  Wamen UMKM Helvi Y Moraza Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kota Batu Sebagai Sentra Wisata UMKM

Contohnya adalah perusahaan di sektor perhotelan, konsultan bisnis, layanan kesehatan, serta jasa keuangan yang telah memiliki sistem operasional yang lebih profesional.

Dengan meningkatnya permintaan akan layanan berkualitas, usaha jasa dalam kategori ini terus mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Keberadaan usaha menengah memiliki dampak yang besar dalam perekonomian, baik dalam hal penciptaan lapangan kerja maupun kontribusi terhadap pendapatan negara.

Namun, seperti halnya bisnis dalam kategori lainnya, usaha menengah juga menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan dengan perusahaan besar, keterbatasan akses modal untuk ekspansi, serta perubahan tren pasar yang cepat.

Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah dan sektor keuangan sangat dibutuhkan agar usaha menengah dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian nasional.

Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, usaha menengah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi perusahaan besar di masa depan.

Dengan strategi bisnis yang tepat, inovasi yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak, bisnis dalam kategori ini dapat terus tumbuh dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pendampingan UMKM BRI Jadi Kunci Penguatan Usaha dan Akses KUR Berkelanjutan
Alasan KUR BRI Menjadi Pilihan Utama UMKM untuk Mengembangkan Usaha
KUR BRI 2025 untuk UMKM Pemula, Peluang Modal Usaha dengan Bunga Ringan dan Syarat Mudah
Manfaat KUR BRI 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Lebih Berdaya Saing
DPRD Jatim Dorong UMKM Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan Dimsum Berbasis Kewirausahaan
Desa Mengok Bondowoso Bangkit Lewat Inovasi Bambu, Dari Kayu Bakar Menuju Produk Bernilai Ekspor
Sego Gegok: Kuliner Pedas Khas Trenggalek yang Harumnya Menggugah Selera
Program PAJU Dorong BUMDes Pasongsongan Jadi Inkubator Bisnis Berbasis Potensi Lokal

Berita Terkait

Friday, 26 December 2025 - 16:00 WIB

Pendampingan UMKM BRI Jadi Kunci Penguatan Usaha dan Akses KUR Berkelanjutan

Tuesday, 23 December 2025 - 16:00 WIB

Alasan KUR BRI Menjadi Pilihan Utama UMKM untuk Mengembangkan Usaha

Monday, 22 December 2025 - 12:00 WIB

KUR BRI 2025 untuk UMKM Pemula, Peluang Modal Usaha dengan Bunga Ringan dan Syarat Mudah

Thursday, 18 December 2025 - 09:30 WIB

Manfaat KUR BRI 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Lebih Berdaya Saing

Sunday, 14 December 2025 - 19:56 WIB

DPRD Jatim Dorong UMKM Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan Dimsum Berbasis Kewirausahaan

Berita Terbaru