SDN Banyuanyar 2 Sampang Kenalkan Wirausaha Melalui Program Budidaya Tanaman Sehat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 23 February 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – SDN Banyuanyar 2 Sampang terus berinovasi dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup siswa.

Salah satu upaya yang dilakukan sekolah ini adalah melalui program Budidaya Tanaman Sehat (BTS), di mana siswa diperkenalkan dengan konsep kewirausahaan sejak dini.

Melalui program BTS, para tenaga pendidik di SDN Banyuanyar 2 berupaya mengajarkan siswa untuk memanfaatkan lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bercocok tanam tetapi juga mengasah kemampuan berbisnis dan berdagang.

Kepala Sekolah SDN Banyuanyar 2, Endang Sri Utami, menjelaskan bahwa pemberian bekal pengetahuan kewirausahaan kepada siswa merupakan salah satu prioritas sekolah.

Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama program ini adalah agar siswa, setelah lulus nanti, memiliki keterampilan untuk memperoleh penghasilan sendiri.

Dengan demikian, mereka tidak akan selalu bergantung kepada orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di masa depan.

Baca Juga :  Kolaborasi Pembatik Sampang dan Griya Batik Heny: Strategi Inovasi Batik Tulis Hadapi Era Digital

Menurut Endang, proses pembelajaran dalam program ini mencakup berbagai tahapan.

Siswa diajarkan mengenai budidaya tanaman sayuran dan buah-buahan, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen.

Setelah itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara memasarkan hasil kebun mereka.

Beberapa produk dari program ini bahkan sudah dipromosikan melalui berbagai acara publik, termasuk dalam kegiatan bazaar.

Beragam tanaman ditanam di kebun sekolah, mulai dari sayur-sayuran seperti sawi hingga aneka rempah-rempah.

Selain itu, terdapat juga bunga telang, jeruk lemon, jeruk limau, hingga labu gantung. Produk-produk dari kebun sekolah ini kemudian diolah menjadi berbagai barang bernilai jual.

Misalnya, lemon dan bunga telang diolah menjadi minuman segar seperti lemon telang dan jahe secang.

Sementara itu, sayuran dan jeruk segar dikemas secara menarik untuk kemudian dipasarkan.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Klaim Saldo Rp144.000 di Aplikasi DANA

Program ini ternyata tidak hanya mendapatkan respons positif dari pihak sekolah dan siswa, tetapi juga dari para wali murid.

Banyak orang tua yang merasa senang karena anak-anak mereka tidak hanya mendapatkan ilmu di kelas tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu siswa kelas 6, Agisni Nora Jamila, juga mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini.

Menurutnya, program BTS memberikan banyak pengalaman baru yang menyenangkan, terutama dalam belajar menanam sayuran dan membuat minuman dari hasil kebun sekolah.

Ia merasa antusias karena bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

Selain memberikan manfaat langsung kepada siswa, program BTS ini juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan sekitar sekolah.

Dengan banyaknya tanaman yang ditanam, suasana sekolah menjadi lebih hijau dan asri.

Baca Juga :  BULOG Peduli Hijau Perkuat Konservasi Lingkungan dan Kesejahteraan Petani di Sampang

Anak-anak pun secara tidak langsung diajarkan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Dalam jangka panjang, SDN Banyuanyar 2 berharap program BTS ini bisa terus berkembang dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Sampang.

Endang Sri Utami menekankan bahwa keterampilan berwirausaha merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kemandirian siswa.

Dengan bekal ini, diharapkan lulusan sekolah ini mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih siap dan percaya diri.

Secara keseluruhan, program Budidaya Tanaman Sehat di SDN Banyuanyar 2 Sampang tidak hanya memberikan ilmu pertanian dan kewirausahaan kepada siswa tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan kreatif.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajarkan untuk menjadi individu yang cerdas secara intelektual tetapi juga tangguh, kreatif, dan mandiri dalam menjalani kehidupan di masa depan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026
Jelang Lebaran, Bapanas Sidak ke Pasar Legi Ponorogo: Harga Bapokting Terpantau Stabil
Desa Rejomulyo Targetkan Jadi Sentra Pisang Cavendish di Magetan, Dorong Ketahanan Pangan
THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen

Berita Terkait

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Thursday, 5 March 2026 - 11:20 WIB

Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Wednesday, 4 March 2026 - 12:24 WIB

Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon

Wednesday, 4 March 2026 - 12:18 WIB

Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh

Wednesday, 4 March 2026 - 12:12 WIB

Permintaan Minyakita Melonjak! Bulog Kediri Salurkan 557.244 Liter Selama Ramadhan 2026

Berita Terbaru