Kolaborasi Pembatik Sampang dan Griya Batik Heny: Strategi Inovasi Batik Tulis Hadapi Era Digital

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 3 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Dalam menghadapi derasnya arus globalisasi dan perubahan tren mode, para pembatik Sampang berkolaborasi dengan Griya Batik Heny untuk mempertahankan eksistensi batik tulis.

Kolaborasi ini tidak hanya mencerminkan kerja sama lintas daerah, tetapi juga strategi kolektif dalam menjawab tantangan pemasaran batik di tengah maraknya industri fast fashion.

Heny, pemilik Griya Batik Heny, menuturkan bahwa salah satu hambatan terbesar saat ini adalah persaingan dengan batik printing.

Produk massal tersebut bisa dijual dengan harga jauh lebih murah, sehingga menekan pasar batik tulis.

Namun, melalui sinergi ini, mereka berkomitmen mengedukasi masyarakat bahwa batik tulis adalah karya seni yang memiliki nilai sejarah dan budaya, bukan sekadar kain biasa.

Baca Juga :  Aturan Penggunaan Dana KJP Plus 2025: Hanya untuk Kebutuhan Pendidikan, Bukan Konsumtif

Ia menambahkan bahwa harga batik tulis yang relatif lebih tinggi sebenarnya mencerminkan proses panjang yang melibatkan keterampilan tangan, kreativitas, dan waktu yang tak sedikit.

Oleh karena itu, strategi storytelling dan pendekatan desain fungsional digunakan agar konsumen memahami bahwa setiap helai batik memiliki cerita serta nilai estetika yang tidak bisa disamakan dengan produksi mesin.

Kolaborasi ini juga diarahkan pada pembaruan desain agar batik tulis semakin diminati semua kalangan.

Motif khas Sampang dipadukan dengan sentuhan modern dari Griya Batik Heny, sehingga lahirlah karya yang stylish, dinamis, dan relevan bagi generasi muda maupun dewasa.

Heny menegaskan bahwa inovasi desain menjadi kunci menjaga keberlanjutan batik tulis di tengah selera pasar yang terus berubah.

Baca Juga :  Bansos Oktober–November 2025: Pemerintah Siapkan Rp6,5 Triliun untuk Beras dan Minyak Goreng

Dengan pendekatan tersebut, batik tidak hanya dipandang sebagai busana tradisional, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Tidak berhenti di pasar lokal, kolaborasi ini juga diarahkan menuju pasar global. Produk batik tulis kini dikemas dalam bentuk ready to wear sehingga lebih mudah diterima konsumen internasional.

Dalam beberapa pameran berskala besar, mereka sudah melakukan presentasi di hadapan calon pembeli luar negeri.

Bahkan, saat ini promosi ke kancah internasional, salah satunya di Malaysia, sedang dipersiapkan secara intensif.

Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi booth Griya Batik Heny di ajang UMKM Expo internasional di Jakarta juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa batik tulis layak bersaing di panggung dunia.

Baca Juga :  Tingkat Pengangguran di Sumenep Menurun, Mayoritas Pekerja Adalah Petani

Kolaborasi pembatik Sampang dengan Griya Batik Heny membuktikan bahwa batik tulis mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan nilai tradisinya.

Inovasi dalam desain, strategi pemasaran berbasis cerita, hingga penetrasi pasar global, semuanya menjadi langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan batik.

Lebih dari sekadar motif, batik tulis merepresentasikan identitas bangsa sekaligus warisan budaya yang patut dihargai.

Dengan langkah kolaboratif ini, para pelaku batik menunjukkan bahwa tradisi dapat berjalan seiring dengan modernitas, dan warisan budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB