Kisah Sukses Naurah Kitchen: Perjalanan Sriwati Bangun Usaha Kuliner Rumahan dari Nol

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Disebutkan bahwa dalam acara Jagongan UMKM yang ditayangkan melalui Program Catur Laras di PRO4 RRI Malang, kisah inspiratif datang dari Sriwati, pelaku usaha mikro asal Ngenep, Karangploso, Malang.

Ia merupakan sosok di balik kesuksesan Naurah Kitchen, bisnis kuliner rumahan yang kini dikenal luas dengan berbagai produk kue tradisional dan modern.

Dialog ini menjadi bagian dari sesi rutin yang menghadirkan cerita perjuangan dan inovasi para pelaku UMKM di wilayah Malang dan sekitarnya.

Perjalanan usaha Sriwati dimulai pada tahun 2014, berawal dari kecintaan suaminya terhadap dunia memasak.

Bersama sang suami, mereka membagi peran secara seimbang: suaminya bertanggung jawab atas masakan berat, sementara Sriwati memilih fokus mengembangkan aneka kue, baik kue kering maupun basah.

Baca Juga :  Sukses Berbisnis di Era Digital: Strategi UMKM Online untuk Menembus Pasar

Produk pertama yang ia coba pasarkan adalah terang bulan mini, yang saat itu hanya dititipkan ke toko-toko kecil sekitar tempat tinggalnya.

Dengan modal awal yang sangat terbatas, yakni hanya sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000, Sriwati perlahan mulai mengembangkan usahanya.

Ia tak pernah berhenti mengikuti perkembangan tren kuliner, seperti tren tahu bakso dan sempol yang sempat booming.

Bahkan, produksi tahu baksonya sempat mencapai 20 kilogram dalam satu hari.

Strategi Sriwati adalah selalu menyesuaikan produk dengan permintaan pasar dan tren yang sedang berkembang.

Setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaan lamanya, semangat dan tekadnya untuk membesarkan Naurah Kitchen semakin besar.

Ia berprinsip bahwa kendala modal tidak seharusnya menjadi penghalang jika kualitas produk dan harga bisa bersaing.

Baca Juga :  Pentingnya Surat Izin Tempat Usaha (SITU) bagi Legalitas dan Keberlanjutan UMKM

Menurutnya, harga produk harus tetap terjangkau oleh semua kalangan, baik dari masyarakat menengah ke bawah maupun ke atas.

Selain itu, rasa yang konsisten dan memuaskan menjadi nilai jual utama dari setiap produknya.

Hingga saat ini, Naurah Kitchen telah menghasilkan lebih dari 40 varian kue, dengan fokus pada kue basah dan kue tradisional khas Indonesia.

Klapertart menjadi produk unggulan yang paling banyak diminati, disusul oleh lasagna, cum-cum, dan karipap yang juga mendapatkan respons positif dari konsumen.

Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen Sriwati dalam menjaga kualitas dan terus berinovasi.

Selain melayani pemesanan umum, Naurah Kitchen juga telah dipercaya sebagai vendor tetap di berbagai institusi ternama,

Baca Juga :  Semangat Petani Tempeh Tengah: Wujud Dukungan Nyata terhadap Program Pertanian Berkelanjutan di Lumajang

seperti Bistroviam Universitas Negeri Malang selama tiga tahun terakhir, serta RS Persada Malang selama dua tahun berturut-turut.

Ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari klien terhadap kualitas produk yang ditawarkan.

Dalam pernyataannya, Sriwati menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak bisa lepas dari keterbukaan terhadap kritik dan masukan konsumen.

Baginya, feedback dari pelanggan merupakan fondasi penting untuk terus tumbuh dan memperbaiki kualitas layanan maupun produk.

Perjalanan Naurah Kitchen menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan bisa diraih meski berawal dari keterbatasan.

Dengan semangat, ketekunan, dan prinsip usaha yang kuat, Sriwati berhasil membuktikan bahwa bisnis kuliner rumahan pun bisa berkembang dan memiliki dampak besar di dunia UMKM lokal.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru