Desa Ketindan Menuju Ikon Wisata Kopi Berkeadilan: Potensi Baru dari Limbah dan Kolaborasi Internasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 19 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Desa Ketindan, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kini semakin dikenal luas karena inisiatif inovatifnya dalam mengembangkan ekowisata kopi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Kunjungan delegasi mancanegara ke desa ini menjadi bukti bahwa potensi lokal yang dikelola dengan pendekatan terintegrasi mampu menarik perhatian di kancah internasional.

Salah satu titik yang menjadi daya tarik utama bagi para tamu dari berbagai negara di Asia Tenggara adalah unit pengolahan limbah kopi yang telah dikembangkan oleh Agroniaga.

Para delegasi menyampaikan kekaguman mereka terhadap bagaimana sisa produksi kopi dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.

Bagi mereka, model pengolahan limbah seperti yang diterapkan di Ketindan dinilai sangat potensial untuk diadaptasi oleh desa-desa lain di kawasan regional.

Baca Juga :  7 Cara Menentukan Ide Bisnis UMKM yang Potensial dan Berkelanjutan

Menurut salah satu perwakilan delegasi, pendekatan holistik yang diterapkan dalam pengelolaan ekosistem kopi di Ketindan menunjukkan jalan baru dalam membangun ekonomi desa berbasis pertanian yang ramah lingkungan.

Mereka percaya bahwa inovasi yang berakar pada potensi lokal ini bisa menjadi percontohan bagi negara-negara berkembang yang sedang mencari solusi pembangunan berkelanjutan.

Ibu Artining, S.Sos., M.AP., Kepala Desa Ketindan,  memberikan apresiasi penuh terhadap kunjungan para delegasi.

Ia menyampaikan harapannya bahwa kehadiran tamu internasional tidak hanya meningkatkan eksposur global, tetapi juga membuka pintu terhadap peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Lebih dari itu, pengembangan desa wisata kopi di Ketindan diyakini dapat memperkuat jati diri lokal serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Baca Juga :  Menentukan Strategi Promosi Langsung yang Efektif untuk Bisnis UMKM

Sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta berkualitas, Ketindan kini semakin serius menata potensi tersebut menjadi destinasi agrowisata unggulan.

Tidak hanya fokus pada kualitas hasil panen, para petani setempat juga dilibatkan secara aktif dalam berbagai pelatihan dan pendampingan.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai pelaku utama dalam ekosistem kopi yang berkeadilan.

Upaya kolaboratif antara pemerintah desa, pelaku usaha, petani lokal, dan mitra internasional menjadikan Ketindan berada di jalur yang tepat untuk menjadi desa wisata kopi berkeadilan pertama di Indonesia.

Langkah ini juga sejalan dengan tren global yang mendorong pembangunan desa berbasis inklusi, keadilan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Kunjungan delegasi ini dianggap sebagai awal dari proses internasionalisasi kopi robusta Ketindan.

Baca Juga :  7 Tahapan Seleksi Rekrutmen PLN Group 2025: Panduan Lengkap untuk Calon Pegawai

Selain membuka potensi investasi dalam bidang pariwisata berkelanjutan, kegiatan ini juga menjadi peluang strategis untuk membangun kemitraan lintas negara dalam pengembangan industri kopi yang adil dan berdampak sosial tinggi.

Dengan komitmen terhadap kualitas, keberlanjutan, dan kolaborasi,

Desa Ketindan kini bersiap mengukuhkan namanya sebagai simbol kemajuan desa berbasis kopi yang mampu memberi inspirasi tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru