Krisis Penyerapan Gula, PG Gempolkrep Mojokerto Hadapi Penumpukan 35 Ribu Ton

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, yang berada di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), tengah menghadapi tantangan berat.

Rendahnya penyerapan gula di pasar membuat produksi melimpah tidak segera terserap, sehingga menimbulkan penumpukan besar-besaran di gudang.

Manajemen pabrik mencatat, sejak empat periode giling terakhir, produksi telah mencapai sekitar 8.000 ton gula dengan kapasitas harian antara 450 hingga 500 ton.

Namun, sebagian besar stok tersebut belum terjual dan kini menumpuk hingga 35 ribu ton.

General Manager PG Gempolkrep, Edy Purnomo, menyampaikan bahwa kondisi ini bukan hanya menimbulkan masalah ruang penyimpanan, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran operasional perusahaan.

Beban biaya tambahan mulai dari transportasi, pembayaran sopir, hingga kebutuhan pendanaan operasional lainnya semakin membengkak.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Staff Logistik Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Mojokerto Tahun 2025 (Apply Now)

Dengan harga lelang gula yang saat ini dipatok minimal Rp14.500 per kilogram, pabrik berharap pasar kembali bergairah. Namun, kenyataannya, penjualan berjalan sangat lambat.

Edy menegaskan bahwa semakin lama stok tidak terserap, maka semakin besar pula risiko kerugian.

Mengingat kapasitas giling pabrik bisa mencapai 6.500 ton tebu per hari, hasil produksinya otomatis terus menambah tumpukan gula yang belum laku.

Situasi penumpukan gula ini dinilai membutuhkan intervensi dari pemerintah. Edy menekankan bahwa dukungan distribusi dari pemerintah akan sangat membantu memperlancar penyerapan pasar.

Menurutnya, kelancaran distribusi gula nasional tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga memberi keuntungan besar bagi petani tebu serta memperkuat ekonomi nasional.

Baca Juga :  Guru TPQ di Mojokerto Dapat Insentif dan BPJS Ketenagakerjaan dari Pemkab

Ia mengingatkan bahwa nilai produksi gula nasional mencapai angka triliunan rupiah, sehingga optimalisasi distribusi akan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar.

“Jika distribusi berjalan lancar, petani akan mendapat manfaat langsung dari harga yang stabil, sedangkan roda perekonomian nasional juga ikut bergerak,” ungkapnya.

Fenomena penumpukan gula di PG Gempolkrep menggambarkan masalah klasik yang kerap dihadapi industri gula nasional: tingginya produksi tidak sejalan dengan daya serap pasar.

Faktor lesunya konsumsi, keterbatasan jalur distribusi, serta persaingan harga dengan gula impor semakin memperburuk kondisi ini.

Apabila masalah distribusi tidak segera teratasi, bukan hanya pabrik yang terdampak, tetapi juga ribuan petani tebu yang menggantungkan hidup pada kelancaran industri gula.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cek Status Kepesertaan BLT Kesra Rp900.000 Desember 2025 Secara Online

Kasus yang menimpa PG Gempolkrep Mojokerto menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara produsen, pemerintah, dan pelaku pasar dalam menjaga keseimbangan industri gula nasional.

Dengan dukungan kebijakan distribusi yang tepat, diharapkan stok gula yang menumpuk bisa segera terserap, sehingga keberlanjutan operasional pabrik tetap terjaga dan petani tebu tetap sejahtera.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB