Menjelang Idul Fitri 2026, Permintaan minyak goreng kemasan rakyat (Minyakita) meningkat tajam di wilayah Jawa Timur. Untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran, Perum Bulog Subdivre Kediri menyalurkan sebanyak 557.244 liter minyakita sejak awal Ramadhan 2026.
Menurut Kepala Perum Bulog Subdivre Kediri, Mursid, lonjakan permintaan tersebut dipicu kebutuhan masyarakat yang meningkat selama bulan puasa dan menjelang Lebaran.
Ia mengatakan bahwa aksi penyaluran ini untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia dan harga di tingkat pedagang tidak mengalami gejolak signifikan. “Kami terus memantau harga dan distribusi minyakita agar tetap stabil.” ujarnya.
Bulog bersama dengan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mendistribusikan minyakita ke pasar tradisional dan modern di wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, serta sejumlah daerah di sekitarnya.
Penyaluran ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan penting (bapokting) terutama di masa tingginya konsumsi masyarakat.
Mursid juga menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan dengan Dinas Perdagangan dan pihak pasar untuk memastikan stok minyakita terdistribusi merata.
Ia berharap dengan langkah ini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan minyak goreng tanpa kekurangan dan tanpa kenaikan harga yang tajam menjelang hari besar keagamaan.
Aktivitas penyaluran ini mencerminkan bagaimana lembaga terkait turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas pangan nasional — terutama untuk komoditas yang paling dibutuhkan dalam keseharian, yaitu minyak goreng.
Penyaluran sebanyak 557.244 liter minyakita ini juga diharapkan menjadi mitigasi terhadap kemungkinan gejolak harga yang kerap terjadi saat momentum penting seperti Ramadhan dan Lebaran.











