Harga Cabai Keriting Naik di Pasar Induk Pare, Kediri: Kenaikan Masih dalam Batas Wajar

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 7 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Harga cabai merah keriting di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup signifikan.

Berdasarkan laporan harga terbaru dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri yang dirilis Rabu (6/8/2025), kenaikan harga tercatat mencapai Rp3.000 per kilogram untuk beberapa varietas.

Kenaikan harga tersebut terpantau pada Cabai Merah Keriting (CMK) varietas Boos Tavi, yang sebelumnya diperdagangkan seharga Rp26.000 kini naik menjadi Rp29.000 per kilogram.

Varietas lainnya seperti Sibad juga mengalami peningkatan, dari harga Rp24.000 menjadi Rp27.000 per kilogram.

Sementara itu, harga Cabai Merah Besar (CMB) terpantau lebih stabil meski berada pada angka yang bervariasi.

Varietas Gada MK dipasarkan dengan harga Rp30.000/kg, disusul Imola di Rp28.000/kg, dan varietas Sandi 08 di harga Rp27.000/kg.

Baca Juga :  Penyaluran Bansos di Ponorogo Berjalan Lancar, Tidak Terdampak Efisiensi Anggaran

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menyampaikan bahwa meski ada kenaikan pada cabai keriting, pergerakan harga ini masih tergolong normal dalam siklus pasar.

Dirinya juga menyebutkan bahwa harga Cabai Rawit Merah atau CRM cenderung stabil pada minggu ini.

Tetapi untuk harga CRM varietas Ori 212 dan Brengos 99 berada pada kisaran harga Rp27.000 per kilogram, sementara varietas Asmoro 043 dan juga Kamelia dipasarkan di harga Rp26.000/kg.

Untuk varietas Prentol atau Tumi 99, harga yang tercatat adalah Rp24.000/kg.

Dalam hal distribusi, aktivitas pengiriman dari Pasar Induk Pare ke berbagai wilayah masih berlangsung lancar.

Data menunjukkan bahwa pengiriman Cabai Rawit Merah ke wilayah Jabodetabek mencapai 1,5 ton, sedangkan untuk kebutuhan industri,

Baca Juga :  Harga Cabai Anjlok Akibat Minimnya Serapan Industri dan Pengiriman ke Jabodetabek

penyerapan Cabai Merah Besar mencapai 2 ton, Cabai Merah Keriting 0,5 ton, dan Cabai Rawit Merah sebanyak 3 ton.

Tak hanya itu, pengiriman ke wilayah Kalimantan juga menunjukkan volume yang besar.

Dikirim sebanyak 7 ton Cabai Rawit Merah, menunjukkan tingginya permintaan dari luar Pulau Jawa.

Dari sisi pasokan, Cabai Merah Besar mayoritas berasal dari wilayah Kediri dan Malang, dengan total volume mencapai 6 ton.

Sementara itu, Cabai Merah Keriting yang masuk ke pasar berasal dari wilayah Kediri sebanyak 1,5 ton, dan Cabai Rawit Merah yang tersedia di pasar berasal dari petani lokal di Kediri dan Malang dengan total pasokan 18 ton.

Dengan kondisi ini, fluktuasi harga cabai keriting masih dianggap dalam batas wajar, mengikuti mekanisme pasar antara permintaan dan pasokan.

Baca Juga :  Bank Indonesia dan Pemprov Jatim Fokus Garap Potensi Strategis Daerah untuk Mendorong Investasi Banyuwangi

Para petani dan pedagang berharap kestabilan harga bisa terus terjaga untuk menjamin keberlangsungan produksi serta keuntungan yang layak.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru