Privasi Data di Era Digital: Tantangan Besar dan Kunci Kepercayaan Konsumen

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Di era transformasi digital, data menjadi aset paling berharga bagi perusahaan.

Hampir semua aktivitas konsumen terekam secara digital, mulai dari transaksi belanja online, penggunaan aplikasi, hingga interaksi di media sosial.

Data inilah yang kemudian diolah perusahaan untuk memahami perilaku pelanggan, menyusun strategi pemasaran, hingga mengembangkan produk baru.

Namun, di balik manfaat besar yang ditawarkan, muncul persoalan serius: bagaimana menjaga privasi data agar tidak disalahgunakan?

Kasus kebocoran data yang marak beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa keamanan informasi masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi perusahaan digital.

Privasi Data dan Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan adalah fondasi utama dalam hubungan antara bisnis dan pelanggan. Konsumen kini semakin sadar akan pentingnya perlindungan data pribadi.

Baca Juga :  YLPK Jatim Ingatkan Pelaku Usaha Digital Jaga Legalitas Jelang Uji Coba Payment ID Berbasis NIK

Mereka cenderung memilih layanan yang memberikan jaminan keamanan informasi, bahkan rela meninggalkan platform yang dianggap kurang transparan dalam mengelola data.

Artinya, menjaga privasi data bukan hanya kewajiban hukum, melainkan strategi penting untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.

Perusahaan yang mampu memberikan rasa aman akan lebih mudah memenangkan hati konsumen di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

Tantangan Perusahaan dalam Mengelola Privasi Data

Ada beberapa tantangan utama yang dihadapi perusahaan dalam menjaga privasi data.

Pertama, volume data yang terus meningkat membuat pengelolaan dan penyimpanan menjadi semakin kompleks.

Kedua, risiko serangan siber seperti hacking dan phishing yang terus berkembang menuntut sistem keamanan yang lebih canggih.

Selain itu, perusahaan juga harus mematuhi berbagai regulasi perlindungan data yang berlaku di masing-masing negara.

Baca Juga :  Festival Ramadan PT Pegadaian Area Malang: Wadah Edukasi, UMKM, dan Kebersamaan

Di Indonesia, misalnya, terdapat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang mengatur kewajiban perusahaan dalam mengelola informasi konsumen.

Kepatuhan pada regulasi ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik.

Strategi Menghadapi Tantangan Privasi Data

Untuk menghadapi tantangan tersebut, perusahaan digital perlu menerapkan strategi komprehensif.

Pertama, membangun sistem keamanan berlapis untuk mencegah kebocoran data. Investasi pada teknologi enkripsi, firewall, hingga deteksi dini serangan siber menjadi hal wajib.

Kedua, meningkatkan transparansi kepada konsumen.

Perusahaan sebaiknya menjelaskan secara jelas bagaimana data digunakan, disimpan, dan dilindungi.

Kebijakan privasi yang mudah dipahami akan membuat pelanggan merasa lebih dihargai.

Ketiga, memberikan edukasi kepada pengguna agar lebih waspada dalam menjaga informasi pribadi.

Baca Juga :  Kota Probolinggo Genjot Pembentukan Koperasi Merah Putih di 29 Kelurahan Demi Perkuat Ekonomi Masyarakat

Banyak kasus kebocoran data terjadi bukan karena kelemahan sistem, melainkan kelalaian pengguna dalam membagikan data.

Terakhir, perusahaan harus membangun budaya internal yang menjunjung tinggi etika penggunaan data.

Setiap karyawan perlu memahami bahwa privasi konsumen adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tim IT.

Privasi data kini menjadi isu yang tidak bisa diabaikan oleh perusahaan digital.

Keamanan informasi konsumen bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga faktor penentu keberlangsungan bisnis.

Perusahaan yang mampu menjaga privasi data akan lebih dipercaya, lebih disukai, dan lebih kompetitif di pasar.

Dengan kata lain, mengelola privasi data secara serius adalah investasi jangka panjang dalam membangun reputasi sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap
Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan
Keunggulan KUR BRI 2025, Solusi Pembiayaan Fleksibel untuk Pengembangan UMKM
Pendampingan UMKM BRI Jadi Kunci Penguatan Usaha dan Akses KUR Berkelanjutan
Alasan KUR BRI Menjadi Pilihan Utama UMKM untuk Mengembangkan Usaha
Peran Digital Marketing Agency dalam Membangun Authority dan Trust Brand B2B Pada 2026
KUR BRI 2025 untuk UMKM Pemula, Peluang Modal Usaha dengan Bunga Ringan dan Syarat Mudah
Manfaat KUR BRI 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Lebih Berdaya Saing

Berita Terkait

Wednesday, 31 December 2025 - 10:13 WIB

Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap

Wednesday, 31 December 2025 - 08:54 WIB

Kupedes BRI: Solusi Kredit Fleksibel untuk Pengembangan Usaha di Pedesaan

Monday, 29 December 2025 - 09:06 WIB

Keunggulan KUR BRI 2025, Solusi Pembiayaan Fleksibel untuk Pengembangan UMKM

Friday, 26 December 2025 - 16:00 WIB

Pendampingan UMKM BRI Jadi Kunci Penguatan Usaha dan Akses KUR Berkelanjutan

Tuesday, 23 December 2025 - 16:00 WIB

Alasan KUR BRI Menjadi Pilihan Utama UMKM untuk Mengembangkan Usaha

Berita Terbaru